Pamekasan, BERITAKATA.id- Pemerintah Kabupaten Pamekasan menjadikan pelaksanaan puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tingkat Provinsi Jawa Timur sebagai pijakan memperkuat kualitas pendidikan daerah, mulai dari peningkatan sarana belajar hingga pembenahan tata kelola sekolah, Minggu (24/5/2026).
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Pamekasan Kholilurrahman di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, jajaran pemerintah provinsi, serta puluhan ribu peserta kegiatan pendidikan yang memadati kawasan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP).
Menurut Kiai Kholil, momentum Hardiknas bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kesempatan mempercepat penguatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan yang selama ini menjadi salah satu identitas Pamekasan.

“Peringatan puncak Hardiknas ini menjadi entry point untuk memperkuat kualitas pendidikan di Pamekasan, sekaligus harus dijadikan motivasi untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan,” ujarnya.
Ia menilai penguatan pendidikan harus dibarengi langkah nyata, termasuk memperbaiki tata kelola lembaga pendidikan. Karena itu, pihaknya memberi perhatian serius terhadap banyaknya sekolah dasar negeri yang masih dipimpin kepala sekolah berstatus pelaksana tugas.
“Saat ini masih terdapat lebih dari 100 Kepala SD Negeri yang masih berstatus Plt, karena itu kami meminta Kepala Disdikbud untuk melakukan langkah konkret agar segera diisi secara definitif,” tegasnya.
Di tengah rangkaian Hardiknas tersebut, pemerintah pusat juga menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Pamekasan melalui peresmian Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025 di SDN Jalmak 1 yang dilakukan langsung oleh Mendikdasmen.
Program itu difokuskan pada penguatan fasilitas pendidikan, mulai dari pembaruan ruang belajar, perbaikan sarana sanitasi, penataan lingkungan sekolah, hingga kelengkapan penunjang pembelajaran guna menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan tenaga pendidik.
Abdul Mu’ti menyebut pembaruan fasilitas sekolah memiliki arti lebih luas dibanding sekadar mempercantik bangunan pendidikan, melainkan menjadi upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih layak dan mendukung tumbuhnya optimisme baru di lingkungan sekolah.
“Revitalisasi sekolah bukan hanya memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi dunia pendidikan agar anak-anak Indonesia dapat belajar dengan nyaman dan aman, termasuk di Kabupaten Pamekasan,” katanya.
Ia berharap pembaruan fasilitas pendidikan mampu mendorong semangat belajar peserta didik sekaligus meningkatkan motivasi tenaga pendidik dalam mencetak generasi yang unggul.
“Program revitalisasi ini juga kita harapkan dapat memberikan motivasi baru bagi siswa dan tenaga pendidik untuk terus berprestasi, sekaligus bersama-sama membangun generasi kuat, unggul dan berakhlak,” imbuhnya.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dalam kunjungan tersebut Mendikdasmen turut menandatangani 26 prasasti revitalisasi satuan pendidikan di Pamekasan yang mencakup jenjang PAUD, SD Negeri, hingga SMP.
Bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan, penguatan sarana pendidikan yang dibarengi pembenahan kelembagaan diyakini menjadi bagian penting menjaga posisi daerah sebagai salah satu pusat pendidikan di Madura, termasuk melalui tumbuhnya tradisi belajar di sekolah, madrasah, pesantren hingga perguruan tinggi yang selama ini berkembang di tengah masyarakat. ig/an












