Cegah Perundungan Sejak Dini, Kejari Kota Malang Beri Edukasi Hukum kepada Siswa SD Islam Al-Ulum

MALANG, BERITAKATA.id – Sebanyak 25 siswa beserta guru pendamping dari SD Islam Al-Ulum Kota Malang melakukan kunjungan edukasi (outing class) ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang pada Senin (18/05/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.30 hingga 11.20 WIB ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran hukum dan membentuk karakter berintegritas pada generasi muda.

Rombongan siswa disambut langsung oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Kota Malang, Agung Tri Radityo, S.H., M.H., bersama Kepala Subseksi (Kasubsi) I Intelijen, Brigita Feby Florentina, S.H., M.H., beserta jajaran staf Intelijen.

Kasi Intelijen Kejari Kota Malang, Agung Tri Radityo, mengapresiasi keputusan SD Islam Al-Ulum yang memilih institusi kejaksaan sebagai tempat pembelajaran luar kelas. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari implementasi program “Jaksa Masuk Sekolah”.

“Kami menyambut baik inisiatif dari pihak sekolah. Melalui program Jaksa Masuk Sekolah ini, kami memberikan pemahaman dasar mengenai hukum dan mengenalkan tugas pokok serta fungsi seorang jaksa kepada anak-anak,” ujar Agung pada Senin (18/5/2026).

Lebih lanjut, Agung menekankan tujuan utama dari kegiatan ini.

“Kami mengedukasi para siswa mengenai pentingnya menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum sejak usia dini. Kunjungan ini kami rancang agar siswa mendapatkan pengalaman empiris secara langsung mengenai lingkungan kerja di berbagai bidang penegakan hukum,” tegasnya.

Pada sesi pemberian materi, Kasubsi I Intelijen Kejari Kota Malang, Brigita Feby Florentina, memberikan penjelasan interaktif. Ia memperkenalkan profesi jaksa, atribut pakaian dinas resmi, dan peran jaksa sebagai Penuntut Umum di dalam sistem peradilan.

Menyoroti kebiasaan anak-anak yang akrab dengan gawai di era digital, Brigita memfokuskan materi pada isu perundungan (bullying) dan perundungan siber (cyberbullying).

“Mengingat tingginya interaksi anak-anak dengan gawai saat ini, materi kami fokuskan pada edukasi anti-perundungan dan cyberbullying. Kami memberikan pemahaman konkret mengenai batasan etis saat bermedia sosial, serta dampak buruk dari tindakan perundungan di lingkungan sekolah,” kata Brigita.

Sesi tersebut berlangsung dinamis dengan adanya interaksi tanya jawab. Para siswa antusias menanyakan berbagai kasus pelanggaran ringan yang sering mereka jumpai di kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk apresiasi, Kejari Kota Malang memberikan cinderamata kepada siswa yang aktif bertanya.

Setelah sesi materi selesai, para siswa diajak berkeliling kantor (office tour) untuk melihat secara langsung aktivitas kerja di enam bidang penegakan hukum di Kejari Kota Malang, yaitu:

  • Bidang Pembinaan: Siswa mempelajari proses administrasi, urusan kepegawaian, dan manajemen pengelolaan internal.
  • Bidang Intelijen: Siswa dikenalkan dengan fungsi pencegahan pelanggaran hukum, penerangan hukum, dan operasional program “Jaksa Masuk Sekolah”.
  • Bidang Tindak Pidana Umum (Pidum): Siswa menerima penjelasan terkait alur penanganan perkara kriminal umum, seperti pencurian dan pelanggaran lalu lintas, serta melihat langsung ruang Tahap II (tempat penyerahan tersangka dan barang bukti).
  • Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus): Siswa mendapatkan edukasi dasar tentang upaya pemberantasan korupsi dan misi penyelamatan keuangan negara.
  • Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun): Siswa memahami peran Jaksa sebagai Pengacara Negara dalam membela aset pemerintah dan memberikan bantuan hukum formal kepada instansi negara.
  • Bidang Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan (PB3R): Siswa melihat langsung proses penyimpanan, perawatan, dan pengelolaan barang sitaan secara aman sebelum dimusnahkan atau dilelang secara resmi.

Seluruh rangkaian outing class ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Pihak Kejari Kota Malang menilai pembelajaran kontekstual seperti ini sangat strategis sebagai instrumen pendidikan karakter. Kejaksaan berharap sinergi edukatif ini dapat terus berjalan secara berkala demi melahirkan generasi masa depan yang taat aturan. (NP/ FAS)

Reporter : Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *