Dituduh Palsukan Identitas Nikah Siri, Rey Buka Suara: Intan dan Keluarga Sudah Tahu Saya Perempuan

Ilustrasi dua orang perempuan saling bergandengan tangan.

MALANG, BERITAKATA.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen dan pernikahan siri sesama jenis yang melibatkan Erfastino Reynaldi alias Yupi Rere atau Rey dan seorang perempuan bernama Intan Anggraeni (28) terus bergulir. Pernikahan siri yang berlangsung di Kecamatan Blimbing, Kota Malang, pada 3 April 2026 tersebut berujung pada pelaporan Rey ke pihak kepolisian oleh Intan.

Menanggapi pelaporan tersebut, Rey akhirnya buka suara. Ia membantah sejumlah tuduhan yang diarahkan kepadanya, termasuk klaim bahwa Intan baru mengetahui identitas aslinya pada malam pertama.

Rey menyatakan kekecewaannya terhadap narasi yang beredar di publik. Ia menegaskan bahwa Intan, keluarga, hingga teman-teman Intan sudah mengetahui identitas aslinya sebagai perempuan sejak awal mereka berhubungan.

“Dari video yang beredar, ya kecewa pasti, kesal iya. Apalagi beritanya tidak sesuai realita. Padahal, dia dari awal sudah tahu identitasku apa, keluarganya pun juga tahu identitasku, dan dia sering main ke rumah,” ujar Rey pada Kamis (9/4/2026).

Rey menjelaskan bahwa mereka pertama kali bertemu di salah satu tempat hiburan malam di Kota Batu. Saat itu, rekan kerja Intan bahkan sudah memperingatkannya mengenai identitas Rey. Teman-teman Intan juga mengetahui hal tersebut dan secara terbuka menyebut Rey dengan istilah tomboy.

Menurut Rey, pihak Intan yang lebih dulu mengajak menikah. Alasannya, Intan merasa diperlakukan dengan sangat baik atau treat like a queen secara finansial dan emosional, berbeda dengan perlakuan kasar yang ia terima dari mantan-mantan kekasih sebelumnya.

Namun, sebelum pernikahan siri terjadi, Rey mengaku sempat berniat mengakhiri hubungan tersebut untuk fokus pada proses pengajuan penggantian identitas jenis kelamin. Niat itu diurungkan karena adanya ancaman dari pihak Intan.

“Sebelum adanya (pernikahan) seperti itu, aku sudah ajak udahan. Tapi dari pihak mamanya sama dia mau mengancam bunuh diri. Sampai mamanya pingsan. Akhirnya budenya datang untuk meredam dan bilang, ‘Gimana Re, nanti Mama sudah telanjur malu sama tetangga-tetangga’,” ungkap Rey.

Terkait proses pernikahan siri yang secara agama mengharuskan adanya laki-laki dan perempuan, Rey mengaku proses tersebut terjadi secara tiba-tiba tanpa persiapan darinya.

“Aku baru bangun tidur, tiba-tiba disuruh foto. Ternyata latar belakang fotonya diedit jadi warna biru. Aku disuruh mandi, dan ternyata sudah ada Pak Ustaz sama Pak RT. Rasanya antara kesal, tapi di sisi lain aku mau menjaga nama baik keluarganya,” jelas Rey.

Rey juga membantah telah memalsukan dokumen persyaratan nikah. Ia mengaku hanya mengirimkan file foto KTP aslinya, sementara pihak Intan yang mencetak dan mengurus surat-surat tersebut melalui seorang tetangga, bukan melalui perangkat desa atau Modin yang resmi.

Rey menduga kuat bahwa pelaporan ke polisi dipicu oleh masalah uang. Setelah akad nikah pada 3 April 2026, Rey sengaja menghentikan pemberian uang belanja selama empat hari (tanggal 4 hingga 7 April).

“Adanya permasalahan ini karena aku sengaja memindahkan uang ke rekening lain. Aku bilang saldoku sudah tidak ada, dan sengaja empat hari tidak mengasih uang. Terjadilah masalah itu,” katanya.

Rey membeberkan bahwa selama menjalin hubungan sejak Februari, ia telah menjadi tulang punggung finansial bagi Intan, termasuk melunasi banyak utang piutang Intan seperti pinjaman Mekar dan BTPN. Sebelum Intan melapor ke polisi, komunikasi mereka selalu berujung pada permintaan uang untuk melunasi sisa utang yang sebelumnya disembunyikan oleh Intan.

Selain itu, Rey juga menepis kabar bahwa ia pernah menjanjikan rumah mewah dan mobil. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah tipe orang yang langsung memberi jika ada uang, bukan sekadar menebar janji.

Rey secara tegas menepis tuduhan bahwa dirinya melakukan intimidasi atau berencana menjual Intan ke Kamboja. Ia memiliki bukti percakapan yang menunjukkan bahwa mereka merencanakan perjalanan ke Yogyakarta, bukan Kamboja.

“Aku tidak pernah mengancam dia sama sekali dan tidak pernah intimidasi dia. Yang ada berita ke Kamboja segala macam itu tidak benar sama sekali. Bahkan di chat temannya pun bilangnya dia mau ke Thailand, tidak ada kata Kamboja,” papar Rey.

Setelah mengetahui dirinya dilaporkan, Rey sempat menghubungi Intan untuk mempertanyakan dasar pelaporan tersebut karena ia merasa tidak melakukan tindak kriminal. Rey juga mengingatkan kembali mengenai rekam jejak hubungan mereka, termasuk insiden ancaman bunuh diri.

“Aku bilang sama dia, ‘Kamu yang memulai ya, bukan aku. Berita di TikTok itu saja sudah salah bahwa kamu tahu identitasku baru malam pertama. Masih ingat yang aku batalin, Mama sama kamu mau bunuh diri sampai mamamu pingsan?’ Setelah itu pesannya ditarik, dan sudah tidak ada balasan lagi sampai sekarang,” tutup Rey.

Sebelumnya diberitakan, kasus dugaan penipuan identitas menimpa Intan Anggraeni (28), seorang warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ia baru menyadari bahwa sosok yang dinikahinya secara siri pada 3 April 2026, yang mengaku bernama Erfastino Reynaldi (Rey), ternyata adalah seorang perempuan.

Insiden ini bermula saat Intan mengenal Rey di tempat kerjanya pada bulan Februari 2026. Menurut Intan, Rey yang mengaku sebagai warga Pesanggrahan, Kota Batu tersebut memiliki perawakan, suara, dan tingkah laku yang meyakinkan layaknya laki-laki normal.

“Jadi dia tamu di kafe saya tempat bekerja. Ketemunya di sana saat bulan Februari lalu pacaran. Gak ada curiga, memang kayak cowok beneran,” ungkap Intan pada Rabu (8/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *