MALANG, BERITAKATA.id – Berawal dari berjualan sebagai agen reseller pada tahun 2013, pasangan suami istri Arif Susanto (39) dan Linda Casila Sakti (33) sukses membangun jenama fesyen muslim anak bernama Casila Indonesia. Usaha yang berpusat di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini kini berhasil mencatatkan kapasitas produksi lebih dari 5.000 potong per bulan dan menembus pasar ekspor mancanegara.
Casila Indonesia awalnya didirikan oleh Linda pada tahun 2013-2014 di Jakarta dengan fokus menjual produk hijab dewasa dari berbagai jenama lokal. Usaha ini kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh sang suami, Arif, dengan mengubah fokus penjualan ke fesyen muslim anak.
Linda melihat potensi bisnis baju anak jauh lebih menjanjikan dibandingkan pakaian dewasa. Hal ini didasari oleh tingginya tingkat pembelian berulang atau repeat order dari konsumen.
“Jadi awalnya produk dewasa, terus setelah punya anak tahun 2015 itu lihat potensi kalau produk anak ini peluangnya lebih besar. Karena kalau dewasa itu paling beli satu atau dua pieces buat sendiri, tapi kalau buat anak kadang satu model bisa lima warna, intinya lebih dari satu,” ungkap Linda pada Selasa (7/4/2026).
Seiring meningkatnya permintaan, pada tahun 2016, mereka memutuskan pindah ke Malang untuk memulai produksi mandiri secara penuh yang diluncurkan pada 2017. Saat ini, Casila bekerja sama dengan empat tim penjahit rumahan di Malang dengan kapasitas produksi mencapai lebih dari 5.000 pieces (pcs) per bulan. Selain itu, mereka mempekerjakan delapan karyawan untuk operasional penjualan daring maupun luring.
Sebelum pandemi COVID-19, Casila Indonesia mengandalkan penjualan melalui sistem kemitraan dan reseller dengan pengiriman puluhan ribu potong per bulan ke berbagai agen di luar pulau. Namun, situasi pascapandemi mengubah lanskap bisnis tersebut.
Menurunnya penjualan dari para mitra secara signifikan mendorong Arif untuk merombak strategi bisnis dan terjun langsung ke lokapasar (marketplace). Pada tahun 2023, Casila Indonesia resmi bergabung ke Shopee dengan nama Toko Casila Official Store.
“Tahun 2023 qadarullah setelah pandemi itu sistem bisnis banyak yang berubah, mitra kita berguguran. Di situ saya mulai riset Shopee dan terjun sendiri. Casila buat akun sendiri di Shopee tahun 2023, riset sampai Lebaran 2024 baru ketemu polanya,” jelas Arif.
Strategi tersebut membuahkan hasil positif. Saat ini, Shopee berkontribusi sekitar 50 persen dari total omzet seluruh kanal penjualan Casila Indonesia. Bahkan, hingga Maret 2026, pencapaian penjualan Casila Indonesia telah menyentuh angka 40 persen dari total penjualan mereka sepanjang tahun 2025.
Dalam operasionalnya di Shopee, Casila Indonesia menjadikan fitur Iklan Shopee atau Shopee Ads sebagai ujung tombak pemasaran. Arif menyebutkan bahwa hampir 90 persen penjualan toko daringnya berasal dari optimalisasi iklan tersebut, di samping strategi afiliasi yang mulai dijajaki.
Untuk memenangkan persaingan, Casila Indonesia yang menjual ragam fesyen anak mulai dari gamis, kerudung, hingga mukena menerapkan strategi pemosisian merek (brand positioning) yang spesifik. Casila kini difokuskan pada produk gamis anak dengan warna-warna earth tone yang menyasar kebutuhan ibadah Umrah.
“Positioning-nya lebih ke umrah anak. Banyak yang pesan untuk umrah itu biasanya tidak mungkin cuma satu baju. Kalau kakak adik ikut, bisa empat atau lima sekaligus. Kebetulan Casila mengeluarkan warna earth tone yang sedang tren, alhamdulillah penjualan di Shopee ikut tertarik naik,” kata Linda.
Guna menjaga loyalitas konsumen di pasar menengah ke atas, Casila konsisten memproduksi model baju yang sederhana namun timeless atau tidak lekang oleh waktu. Untuk menyasar target pasar dan tren yang berbeda, Arif dan Linda memecah lini bisnis mereka menjadi beberapa jenama turunan (sister brand). Di antaranya adalah Bebikulucu untuk pakaian harian anak, Kusukasih untuk pakaian serasi (couple) ibu-anak berbahan rayon, serta juga ada untuk produk koko anak laki-laki.
Pertumbuhan bisnis Casila Indonesia turut didukung oleh perlindungan kekayaan intelektual dan kemudahan logistik dari platform lokapasar. Sejak 2023, Casila Indonesia telah mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kelas 25.
Langkah ini memudahkan Arif dalam melindungi mereknya dari pembajakan desain dan foto produk oleh pihak tidak bertanggung jawab.
“Saya tahun 2023 mendaftarkan Casila Indonesia di Shopee langsung dengan HAKI untuk Kelas 25. Ketika ada laporan toko lain pakai foto kita dengan harga murah, kita laporkan ke CS Shopee dan hitungan jam langsung dihapus produknya. Sangat menjaga pasar,” tegas Arif.
Selain itu, fitur pengembalian barang (return) dan asuransi pengiriman di platform tersebut dinilai Arif sangat melindungi penjual (seller) dari potensi kerugian akibat barang hilang atau modus penipuan pembeli.
Tidak hanya menguasai pasar lokal, kualitas produk yang dijaga ketat memungkinkan Casila Indonesia menembus pasar internasional. Melalui Program Ekspor Shopee FLEXI, produk fesyen muslim anak asal Poncokusumo ini kini telah berhasil diekspor dan dinikmati oleh konsumen di Malaysia, Thailand, hingga Filipina.












