PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Komitmen memperkuat budaya riset terus ditunjukkan UIN Madura melalui kegiatan workshop penyusunan metodologi proposal MoRA The Air Funds 2026 yang melibatkan unsur pimpinan hingga dosen, Kamis (2/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ballroom lantai 4 itu juga diikuti tenaga kependidikan dan disiarkan secara langsung melalui kanal MIUTV Official. Workshop ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam mendorong peningkatan kualitas riset yang lebih kompetitif.
Dalam sesi pemaparan, Ruchman Basori menekankan bahwa program MoRA The Air Funds 2026 merupakan peluang besar yang perlu dimanfaatkan secara serius oleh perguruan tinggi, termasuk UIN Madura.
Menurutnya, selama ini persoalan klasik dalam dunia riset masih berkutat pada keterbatasan anggaran. Padahal, melalui skema ini setiap tim memiliki peluang pendanaan yang cukup besar, bahkan mencapai miliaran rupiah.
“Riset harus mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat, bukan hanya berhenti pada kajian akademik saja,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Saiful Hadi menyampaikan bahwa penguatan riset perlu dibarengi dengan arah kebijakan yang jelas. Ia menilai pentingnya peta jalan agar progam pembiayaan yang ada bisa berjalan lebih terarah dan memberi dampak luas.
Selain itu, kolaborasi antar pihak juga dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong tercapainya target strategis institusi.
Di sisi lain, Hendro Dwi Antoro menjelaskan secara teknis penyusunan proposal yang baik, mulai dari kesesuaian tema hingga kejelasan luaran yang dihasilkan. Ia juga mendorong agar peneliti membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah maupun dunia usaha.
Melalui kegiatan ini, UIN Madura berharap dapat melahirkan proposal-proposal riset yang inovatif, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. ig/an












