Sembunyikan Ponsel di Dalam Nasi, Penyelundupan di Lapas Malang Digagalkan Sistem Pengamanan

Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menggagalkan upaya penyelundupan satu unit telepon seluler (handphone) yang disembunyikan di dalam nasi.

MALANG, BERITAKATA.id – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang menggagalkan upaya penyelundupan satu unit telepon seluler (handphone) yang disembunyikan di dalam nasi. Keberhasilan ini merupakan hasil dari efektivitas sistem pemeriksaan berlapis terhadap barang bawaan pengunjung.

Peristiwa bermula pada pukul 09.00 WIB saat seorang pengunjung wanita berinisial ND mendaftar layanan kunjungan tatap muka secara daring. ND bermaksud menemui seorang warga binaan berinisial AS. Lima belas menit kemudian, tepat pukul 09.15 WIB, petugas pemeriksa barang bernama Muheri melakukan pemindaian terhadap makanan yang dibawa ND menggunakan mesin X-Ray.

Melalui hasil pemindaian tersebut, petugas menemukan citra benda mencurigakan di dalam bungkusan nasi. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik secara manual, petugas menemukan sebuah perangkat ponsel yang tertanam di dalam nasi tersebut. Petugas segera menyita barang bukti dan melaporkan temuan kepada jajaran Keamanan dan Tata Tertib (Kamtib) untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil interogasi, ND mengakui perbuatannya dan menyatakan bahwa ponsel tersebut merupakan pesanan dari suaminya, AS, yang saat ini mendekam di dalam Lapas. Komunikasi pemesanan barang terlarang itu dilakukan melalui layanan warung telekomunikasi (wartel) yang tersedia di Lapas.

Akibat pelanggaran ini, ND dikenakan sanksi berupa larangan berkunjung selama tiga bulan dan diwajibkan menandatangani surat pernyataan bersalah. Sementara itu, warga binaan AS dijatuhi sanksi Register F dan ditempatkan di sel isolasi sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas I Malang, Teguh Pamuji, menyatakan bahwa kejadian ini menjadi dasar evaluasi sekaligus bukti ketatnya pengawasan di lingkungan Lapas. Ia menegaskan bahwa seluruh prosedur mulai dari pendaftaran, pemeriksaan X-Ray, hingga pemeriksaan badan telah berjalan sesuai standar.

“Setiap temuan seperti ini langsung kami tindaklanjuti secara berjenjang, baik terhadap pengunjung maupun warga binaan, agar memberikan efek jera sekaligus menjadi peringatan bahwa sistem pengamanan kami bekerja secara nyata,” tegas Teguh Pamuji dalam keterangannya.

Teguh menambahkan bahwa pihak Lapas akan terus meningkatkan intensitas pemeriksaan, terutama pada tahap penyaringan barang bawaan pengunjung di area layanan. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada celah bagi masuknya barang-barang terlarang ke dalam area hunian.

“Kami secara konsisten meminimalisir masuknya barang terlarang ke dalam lapas sebagai langkah konkret untuk memutus potensi peredaran narkoba di dalam lapas. Ini bukan sekadar komitmen, tetapi kami wujudkan melalui pengawasan berlapis dan tindakan tegas di lapangan,” pungkasnya.

Hingga saat ini, stabilitas keamanan di Lapas Kelas I Malang dilaporkan tetap kondusif pasca-penggagalan penyelundupan tersebut. Petugas tetap bersiaga penuh dalam menjalankan fungsi pengawasan demi menjaga ketertiban lembaga pemasyarakatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *