MALANG, BERITAKATA.id – Antusiasme warga Kota Malang untuk mengikuti program mudik gratis tahun 2026 tergolong sangat tinggi. Pada hari pertama pembukaan pendaftaran di Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (9/3/2026), kuota penumpang telah terisi mencapai 60 persen.
Rencananya, pemberangkatan armada akan dilakukan pada Selasa, 17 Maret 2026 mendatang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengungkapkan bahwa program mudik gratis tahun 2026 ini sepenuhnya terselenggara melalui skema kolaborasi.
Pemkot Malang menggandeng berbagai pihak swasta dan perbankan untuk menyediakan armada bus tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Prinsipnya kita tahun 2026 ini tidak ada anggaran, tetapi kita tetap bersyukur ada partisipasi dari pihak swasta dan perbankan. Alhamdulillah bisa terkumpul 9 unit armada bus,” ujar Widjaja saat ditemui pada Senin (9/3/2026).
Total kapasitas yang disediakan untuk mudik gratis tahun ini sekitar 350 kursi. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya langsung diserbu warga sejak pendaftaran dibuka pada Senin pagi.
“Pendaftaran sudah mulai tadi pagi. Sudah terisi 60 persen. Kuotanya kurang lebih 350 seat,” ungkap Widjaja.
Terkait armada bus, Widjaja merinci bahwa 9 unit bus tersebut berasal dari sumbangan tujuh instansi dan Perusahaan Otobus (PO) yang berbeda. Rinciannya yakni PO Bagong sejumlah 2 unit, Bank Jatim sejumlah 2 unit, Polinema sejumlah 1 unit, Juragan 99 sejumlah 1 unit, PO Pelita Mas sejumlah 1 unit, PO Medali Mas sejumlah 1 unit, dan PO Tentrem sejumlah 1 unit.
Widjaja menegaskan bahwa jumlah 9 armada ini sudah final dan tidak ada rencana penambahan unit lagi dalam waktu dekat.
“Sementara ini sudah cukup,” tegasnya.
Program mudik gratis Kota Malang 2026 melayani delapan rute perjalanan antarkota di Jawa Timur, yaitu:
- Malang – Bangkalan
- Malang – Sampang
- Malang – Bojonegoro
- Malang – Tuban
- Malang – Ngawi
- Malang – Ponorogo
- Malang – Jember – Banyuwangi
- Malang – Situbondo – Banyuwangi
Dari delapan rute tersebut, Widjaja menyebut ada beberapa rute yang kuotanya paling cepat terisi.
“Paling diminati itu arah Madura, kemudian Banyuwangi yang lewat Jember sama yang lewat Situbondo,” paparnya.
Bagi warga yang ingin mengikuti mudik gratis ini, pendaftaran dilakukan secara luring atau tatap muka. Warga diwajibkan datang langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Malang.
“Langsung datang ke Mal Pelayanan Publik dengan membawa KTP asli Kota Malang,” jelas Widjaja.
Ia juga menambahkan bahwa satu orang pendaftar bisa mendaftarkan anggota keluarganya.
“Bisa dengan KK-nya. Sehingga kalau satu keluarga itu boleh,” tambahnya.
Mengingat tingginya minat warga, Dishub Kota Malang tidak menetapkan batas waktu pendaftaran (H-), melainkan menggunakan sistem kuota. Pendaftaran akan langsung ditutup begitu seluruh kursi terisi penuh.
“Pendaftarannya sampai habis. Bisa jadi dalam satu atau dua hari saja, besok mungkin sudah habis. Untuk berangkatnya, tanggal 17 besok, pagi hari,” pungkas Widjaja.












