Jelang Mudik Lebaran 2026, Harga Tiket Bus AKAP di Terminal Arjosari Malang Diprediksi Naik 30 Persen

Terminal Arjosari Malang.

MALANG, BERITAKATA.id – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, harga tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) di Terminal Arjosari, Kota Malang, diperkirakan mulai merangkak naik pada pekan depan. Kenaikan tersebut diprediksi mencapai angka 30 persen dari tarif normal.

Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, mengatakan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak operator bus, penyesuaian tarif mulai diberlakukan saat mendekati masa mudik.

“Info dari teman-teman loket, kemungkinan yang terjadi kenaikan untuk harga tiket bus AKAP mulai minggu depan ya, perkiraan paling besar naiknya 30 persen dari harga normal,” ujar Mega pada Selasa (3/3/2026).

Mengenai volume penumpang pada periode Lebaran 2026, pihak terminal memprediksi adanya anomali jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mega menyebutkan bahwa secara akumulatif, jumlah pemudik tahun ini kemungkinan mengalami penurunan dibandingkan Lebaran tahun 2025 lalu.

Penyebab utamanya adalah distribusi jadwal libur yang tidak serentak antara sektor pendidikan dan perkantoran.

“Lebaran tahun ini kemungkinan tidak seperti tahun lalu, mengalami penurunan, karena libur lebaran tidak jadi satu. Jadi ada libur siswa sendiri, libur pegawai sendiri. Penurunannya sekitar 10-20 persen,” jelasnya.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan hari-hari biasa (non lebaran), arus penumpang di Terminal Arjosari tetap akan menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan.

“Memang akan terjadi peningkatan dibandingkan hari-hari biasanya, prosentasenya sekitar 30-40 persen dengan didominasi bus AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi),” imbuh Mega.

Dalam hal preferensi rute, bus AKDP masih menjadi pilihan utama masyarakat yang melintasi Terminal Arjosari. Rute-rute pendek dan menengah di Jawa Timur diperkirakan mencatatkan permintaan tertinggi.

“Kalau bus AKDP jurusan Malang-Surabaya, Malang-Blitar itu top ranking atasnya. Yang kedua Malang-Jember, Malang-Banyuwangi,” ungkap Mega.

Sementara itu, untuk pergerakan bus AKAP, konsentrasi penumpang tidak sepenuhnya bertumpu di terminal. Hal ini dikarenakan adanya masing-masing Perusahaan Otobus (PO) yang memberangkatkan armada dari garasi masing-masing.

“Kalau yang bus AKAP itu kan terpecah konsentrasi, maksudnya ada yang berangkat dari pool (garasi bus) masing-masing,” pungkasnya. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *