MALANG, BERITAKATA.id – Pusat perbelanjaan Malang Town Square atau Matos di Kota Malang, Jawa Timur menggelar puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 pada Selasa (17/2/2026). Kemeriahan acara terlihat dengan adanya berbagai atraksi budaya mulai dari Barongsai Tonggak, Liang Liong, hingga festival kuliner di Kampung Pecinan.
Marcomm Manager Matos, Sasmita Rahayu, menjelaskan bahwa rangkaian acara Imlek tahun 2026 ini digelar lebih panjang dibanding sebelumnya. Kegiatan telah dimulai sejak tanggal 13 Februari dengan melibatkan partisipasi sekolah-sekolah.
“Untuk tahun ini kita lebih panjang rangkaiannya. Mulai tanggal 13 kemarin dengan sekolah-sekolah, salah satunya Santa Maria dan lainnya yang melibatkan ratusan anak,” ujar Sasmita pada Selasa (17/2/2026).
Pada puncak acara hari ini, atraksi dipusatkan di tiga titik utama. Salah satu yang paling menarik perhatian pengunjung adalah penampilan Barongsai di area Sky Garden yang menggunakan properti tonggak.
“Titiknya ada di Sky Garden, karena kita pengen menyuguhkan Barongsai ini dengan memakai tonggak-tonggak, jadi atraksinya lebih all out,” jelas Sasmita.
Ia menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.
“Cukup meriah ya, dari pagi tadi penonton sudah mulai berdatangan bahkan sebelum mal buka,” tambahnya.
Selain atraksi di panggung utama, kemeriahan juga dirasakan oleh para tenant melalui kegiatan Barongsai Road to Tenant. Barongsai berkeliling dari lantai dasar hingga lantai atas untuk mengambil angpao yang disediakan oleh para pemilik toko.
“Mereka Barongsai akan mengambil angpao karena banyak sekali permintaan dari tenant-tenant di seluruh mal untuk dikunjungi,” kata Sasmita.
Dalam parade tersebut, Barongsai diiringi oleh para penari dan perwakilan dari Pusat Bahasa Mandarin Universitas Negeri Malang (UM). Barongsai juga sempat menyapa pengunjung di area Kampung Pecinan.
Sasmita memaparkan bahwa Kampung Pecinan ini mengusung tema The Great Lunar Harmony dan berlangsung sejak tanggal 14 hingga 17 Februari. Area ini diisi oleh 14 stan yang mayoritas menyajikan kuliner serta pameran budaya.
“Kampung Pecinan ini kami buat untuk mewarnai acara dengan tema The Great Lunar Harmony. Ada 14 booth yang terdiri dari F&B, kemudian ada juga kerajinan-kerajinan dari China sama Sufa,” terangnya.
Rangkaian acara ditutup pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dengan penampilan Athena Oriental Show, Fashion Oriental dari Color Model, Paduan Suara UM, tarian tradisional China, Wushu, serta atraksi Liang Liong.
Terkait jumlah pengunjung, manajemen Matos optimistis angka kunjungan pada puncak acara ini akan meningkat signifikan dibanding hari biasa.
“Prediksi bisa dua kali lipat dari kemarin. Kemarin itu kita mencapai 30 ribu hingga 35 ribu pengunjung. Biasanya di puncak acara paling banyak, seperti tahun sebelumnya kita bisa sampai 50 ribu hingga 55 ribu pengunjung,” ungkap Sasmita.
Kenaikan jumlah pengunjung ini juga didukung oleh banjir promo yang diberikan oleh para tenant, mulai dari fashion hingga kuliner.
Uniknya, perayaan Imlek tahun ini berdekatan dengan momentum bulan suci Ramadan. Menyikapi hal tersebut, pihak Matos mengemas acara dengan konsep kebersamaan. Sasmita menyebutkan bahwa dekorasi mal akan segera berganti nuansa Islami pada akhir bulan Februari ini.
“Makanya kita buat untuk bareng dengan kebersamaan. Kebersamaan ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat bagi tenant, terutama penjualan mereka akan lebih bagus karena sudah berdampingan dengan Ramadan,” tuturnya.
Selain itu, dalam waktu dekat, Matos juha akan langsung menggelar acara Top Model Busana Muslim.
“Jadi berangkai sampai akhir Maret. Nanti dekorasinya juga ganti akhir bulan ini, sudah langsung Ramadan semua,” pungkas Sasmita. ig/fa












