MALANG, BERITAKATA.id – Rentetan kecelakaan lalu lintas tunggal yang melibatkan kendaraan roda empat kembali menjadi sorotan di Kota Malang, Jawa Timur. Lokasi kejadian di Jalan Veteran, mobil sering kali hilang kendali hingga menaiki atau “nyangsang” ke atas trotoar pembatas jalan.
Berdasarkan data dihimpun yang sempat viral di media sosial Instagram, kejadian terbaru berlangsung pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Sebelumnya, insiden serupa terjadi pada Senin (19/1/2026) siang. Pola kejadian ini juga tercatat pernah terjadi pada Sabtu (20/4/2024) sekitar pukul 21.00 WIB.
Menanggapi fenomena yang berulang di lokasi yang sama ini, Pengamat Transportasi dan Lalu Lintas sekaligus Dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Alik Ansyori Alamsyah, menekankan perlunya analisis mendalam terhadap penyebab kecelakaan.
Alik menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas.
“Faktor kecelakaan itu ada tiga, Mas. Satu, faktor kendaraan. Dua, faktor manusia. Tiga, faktor lingkungan. Nah, yang terjadi harus dilihat dulu kasusnya,” ujar Alik pada Selasa (27/1/2026).
Alik memaparkan bahwa investigasi harus melihat korelasi antara jenis kendaraan, waktu kejadian, dan kondisi lingkungan saat itu. Ia memberikan gambaran bahwa variabel penyebab bisa sangat beragam.
“Bisa saja kendaraannya aman, tapi manusianya mabuk. Atau kendaraan aman, manusia aman, tapi kecelakaan terjadi karena hujan deras atau kondisi lampu penerangan jalannya tidak ada. Atau bisa juga karena pengendara tidak memahami kondisi lingkungan sekitarnya,” jelasnya.
Terkait dugaan apakah Jalan Veteran dapat dikategorikan sebagai black spot (daerah rawan kecelakaan) atau adanya area blind spot mengingat frekuensi kejadian yang tinggi, Alik mengatakan perlunya kajian teknis.
“Penetapan black spot dan blind spot memang harus dikaji dulu. Tapi sebenarnya, dari kejadian kecelakaan itu bisa juga dijadikan acuan langsung,” tuturnya.
Ia mencontohkan indikator teknis pada permukaan jalan yang bisa menjadi penyebab.
“Misal, kasus yang dominan selip berarti masalahnya diperkerasannya. Bisa saja nilai kekasarannya yang kecil,” tambah Alik.
Untuk menindaklanjuti hal ini, Alik menyarankan adanya kolaborasi antar instansi. Data kecelakaan dapat diperoleh dari kepolisian, sementara kajian teknis atau audit keselamatan jalan bisa dilakukan oleh institusi lain, seperti perguruan tinggi. Hasil kajian tersebut nantinya harus dibawa ke forum resmi untuk eksekusi solusi.
“Bisa melalui Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Malang untuk tindak lanjutnya,” tegasnya.
Langkah audit dan rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu memutus mata rantai kecelakaan tunggal di Jalan Veteran, sehingga keamanan pengguna jalan dan fasilitas umum dapat terjaga.
Selain faktor infrastruktur, Alik juga menyoroti faktor manusia (human error) sebagai penyebab dominan, mulai dari kelelahan, mengantuk, hingga dimungkinkannya kompetensi mengemudi yang kurang.
“Bisa juga itu faktor manusianya. Ngebut. Bisa juga karena capek atau mengantuk,” ungkapnya.
Ia sepakat bahwa evaluasi terhadap pengemudi, termasuk penegakan sanksi atau tilang yang lebih tegas, sangat diperlukan. Alik mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu memastikan kesiapan sebelum berkendara guna meminimalisasi risiko.
“Benar, mas. Ini termasuk juga dengan kecepatannya. Artinya harus menyesuaikan dengan kecepatan yang diizinkan,” katanya.
Sementara itu, pihak kepolisian merespon terkait kejadian-kejadian kecelakaan di kawasan pendidikan tersebut. Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Rio Angga Prasetyo, yang dikonfirmasi pada Selasa (27/1/2026), mengatakan pihaknya akan segera mengambil langkah strategis.
“Insyaallah nanti kami akan kaji beserta stakeholder lainnya untuk lakukan rekayasa lalu lintasnya. Nanti segera kami pelajari untuk kejadian-kejadian dan penyebab-penyebabnya,” ujar AKP Rio. ig/nn












