MALANG, BERITAKATA.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mulai mematangkan persiapan menjelang momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Fokus utama persiapan tahun ini tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga aspek keselamatan pengguna jalan mengingat adanya prediksi musim penghujan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa persiapan Nataru merupakan agenda rutin tahunan sebagaimana halnya persiapan Lebaran. Namun, pihaknya memberikan atensi khusus pada faktor cuaca berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Diperkirakan ini musim penghujan. Sesuai perhatian dari Menteri Dalam Negeri, maka aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama, terutama karena kondisi jalan yang dipengaruhi hujan. Tingkat kehati-hatian perlu ditingkatkan,” ujar Widjaja pada Selasa (2/12/2025).
Widjaja memprediksi selama Nataru akan terjadi kenaikan volume kendaraan yang masuk ke Kota Malang. Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 10 persen dibandingkan hari-hari biasa.
Untuk mengantisipasi kemacetan akibat lonjakan tersebut, Dishub Kota Malang akan menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional.
“Penanganan akan dilakukan secara insidentil. Jika kondisi di lapangan membutuhkan rekayasa, maka akan dilakukan tindakan sementara misal seperti sistem buka-tutup jalan. Semua disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan,” jelasnya.
Dalam pengamanan Nataru mendatang, Dishub Kota Malang tidak bekerja sendiri. Widjaja mengatakan, bahwa personel Dishub akan bergabung dengan jajaran samping, termasuk Polri dan TNI di pos-pos pelayanan maupun pantau.
“Kami siapkan personel untuk bergabung dengan TNI dan Polri. Di setiap pos, jumlah personel gabungan kurang lebih mencapai 20 orang,” tambahnya.
Mengenai jadwal pasti dimulainya operasi pengamanan Nataru, Widjaja mengatakan bahwa tanggal resmi belum ditetapkan. Namun, biasanya pengamanan akan dimulai pada H-2 sebelum Natal.
“Sebelum penetapan tanggal, kami akan melakukan rapat koordinasi terlebih dahulu, termasuk melalui rapat Forum Lalu Lintas,” pungkas Widjaja. ig/nn












