Dewan Suarakan Keluhan Administrasi BPJS yang Ruwet

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Ning Ayu Novita (tengah) saat memimpin rapat dengar pendapat.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo Ning Ayu Nofita menegaskan bahwa banyak keluhan mengenai administrasi BPJS yang ruwet. Hal ini tentu merugikan pasien peserta BPJS Kesehatan.

Hal itu ditegaskan Ning Ayu Nofita dalam hearing Komisi IV bersama BPJS Pasuruan-Probolinggo, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dispendukcapil, persatuan rumah sakit, dan LSM Jamkes Watch, di ruang Banggar, Senin (30/6/2025).

“Ini banyak keluhan mengenai administrasi BPJS yang ruwet. Mohon ini disampaikan kepada BPJS pusat jika ada rapat, karena ini kenyataannya. Banyak keluhan di lapangan,” tegas Ning Ayu.

Menurut Ning Ayu, banyak suara dari petugas Puskesmas dan rumah sakit yang mengeluhkan administrasi BPJS.

“Mereka bilang ruwet sekali administrasinya BPJS. Tolong ini disampaikan,” kata Ning Ayu.

Ning Ayu membayangkan, bagaimana misalnya ada anak panas hingga 40 derajat celcius, kemudian tidak tertangani karena administrasi BPJS, itu jadi masalah serius dan perlu menggunakan empati.

Selain itu, Ning Ayu juga meminta kepada BPJS Kesehatan agar menambah kuota operasi katarak di RSUD Waluyo Jati menjadi 40 orang tiap bulan. Pasalnya, selama ini operasi katarak dibatasi 15 pasien tiap bulan oleh BPJS.

Pihak RSUD Waluyo Jati sudah mengirim surat permohonan untuk menambah kuota 40 pasien operasi katarak tiap bulan, namun ditolak oleh BPJS.

“Terlalu lama antriannya. Bahkan informasinya banyak pasien yang harus menunggu sampai setahun untuk menjalani operasi katarak di RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” tegas Ning Ayu. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *