Gebyar Ekonomi Santri, Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Bondowoso

Gebyar Ekonomi Santri berlangsung seminggu di alun-alun Bondowoso.

BONDOWOSO, BERITAKATA.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso menggelar Gebyar Ekonomi Santri (GES) di Alun-alun Bondowoso, Rabu malam (28/10/2026).

Kegiatan yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso itu diisi pameran produk UMKM, penampilan tari Saman, dan sholawatan ratusan siswa MI At-Taqwa Bondowoso. Expo berlangsung 28 Oktober hingga 4 November 2026.

Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso Dr. KH. Moh. Syaeful Bahar mengatakan GES menjadi momentum untuk menunjukkan peran pesantren tidak hanya dalam menjaga nilai Islam, tetapi juga menggerakkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Para santri dan pesantren Nahdlatul Ulama tidak hanya pandai menjaga Islam, marwah ulama, dan pesantren. Mereka juga bisa mengajak masyarakat untuk bangkit dan mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Ketua PCNU menegaskan Islam tidak hanya mengajarkan kesabaran, tetapi juga mendorong ikhtiar dan kebangkitan ekonomi. Karena itu, penguatan ekonomi kerakyatan perlu mendapat perhatian lebih.

Syaeful berharap GES tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, melainkan terus berlanjut dan diperluas hingga tingkat kecamatan agar manfaatnya lebih luas.

Sementara LDNU Bondowoso menyebut keikutsertaan dalam GES EXPO menjadi bentuk dukungan terhadap Lembaga Perekonomian NU dalam penguatan ekonomi pesantren dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui promosi produk UMKM.

Pembukaan GES diwarnai penampilan tari Saman dari MI At-Taqwa Bondowoso dan pesta kembang api. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *