BATU, BERITAKATA.id – Wali Kota Batu, Nurochman, secara resmi membuka turnamen sepak bola Liga Desa Torongrejo 2026 di Lapangan Gelora Ganesha, Desa Torongrejo, pada Selasa (11/8/2026). Kompetisi ini diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Turnamen tersebut diikuti oleh tujuh tim yang mewakili tujuh Rukun Warga (RW) di wilayah Desa Torongrejo. Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Panitia pelaksana menetapkan aturan khusus terkait usia peserta. Mayoritas pemain dalam setiap tim diwajibkan berusia minimal 40 tahun. Meski demikian, masing-masing tim tetap diizinkan memainkan maksimal lima orang pemain yang berusia 35 tahun.
Dalam sambutannya, Wali Kota Nurochman memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme warga dalam menghidupkan kembali kegiatan olahraga di tingkat desa. Ia menyoroti proses pembangunan Lapangan Gelora Ganesha yang berawal dari inisiatif mandiri masyarakat setempat.
“Lapangan desa ini dibangun mandiri oleh warga Desa Torongrejo tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Setelah bentuk fisiknya jadi, pihak desa baru mengajukan bantuan kepada pemerintah kota untuk meneruskan renovasi stadion,” tegas Nurochman pada Selasa (11/8/2026).
Merespon inisiatif dan kemandirian warga tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kemudian mengucurkan dana dukungan sebesar Rp1 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan khusus untuk merampungkan proses renovasi lapangan.
Saat ini, fasilitas olahraga tersebut telah berfungsi maksimal. Nurochman menilai keberadaan lapangan yang representatif ini berhasil mendorong masyarakat, khususnya kalangan pemuda, untuk lebih aktif berolahraga dan mengisi waktu dengan kegiatan positif.
Lebih lanjut, ia berharap turnamen sepak bola ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat setempat, bukan sekadar perayaan sesaat.
“Liga Desa Torongrejo diharapkan tidak berhenti sekadar sebagai kompetisi, tetapi dapat menjadi kegiatan rutin yang menjaga kebugaran, mempererat hubungan antarwarga, dan menghidupkan aktivitas olahraga di tingkat desa,” pungkas Nurochman. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












