Kebakaran Melanda RSUD Saiful Anwar Malang, Puluhan Pasien Anak Dievakuasi

Kebakaran melanda area dapur gizi RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang, Kota Malang, Jawa Timue pada Rabu (9/9/2026) sore. Sumber foto : UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang.

MALANG, BERITAKATA.id – Kebakaran melanda area dapur gizi RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang, Kota Malang, Jawa Timue pada Rabu (9/9/2026) sore. Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.50 WIB tersebut berdampak pada area seluas 300 meter persegi dan menyebabkan pemindahan puluhan pasien anak akibat sebaran asap.

Petugas UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kota Malang menerima laporan kejadian pada pukul 14.56 WIB. Sebanyak 20 personel dan lima unit armada pemadam dikerahkan menuju lokasi kejadian.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Pandu Rizki Darmawan, menyampaikan bahwa tim pemadam langsung membagi fokus penanganan ke beberapa titik guna memutus penyebaran api ke area bangunan lain.

“Tim melakukan pemadaman pada posisi 3 titik, melakukan lokalisir agar api tidak merambat pada bangunan lain. Tim memastikan api benar-benar padam setelah proses pendinginan,” ujar Pandu pada Rabu (9/9/2026).

Proses pemadaman hingga pendinginan menghabiskan sekitar 50.000 liter air dan memakan waktu selama 80 menit. Penanganan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 16.30 WIB.

Sementara itu, Direktur RSSA Malang, Dr. dr. Moch. Bachtiar Budianto, Sp.B., Subsp.Onk(K), FINACS, FICS, MMRS, memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Kerugian materiil akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp900 juta.

“Penyebab dari kebakaran sampai saat ini masih dalam proses investigasi oleh pihak berwenang, namun dugaan sementara berasal dari hubungan pendek arus listrik yang berada di atap ruang dapur RSSA,” kata Bachtiar.

Bachtiar menambahkan, kepulan asap sempat masuk ke dua lokasi rawat inap, yaitu Ruang Rawat Inap Khusus Anak dan Ruang Rawat Inap Khusus Ibu/Wanita. Pihak rumah sakit segera melakukan penanganan evakuasi cepat untuk mengamankan para pasien.

Sejumlah 45 pasien anak dievakuasi ke Lantai 2 Gedung Grand Paviliun RSSA yang direncanakan hingga dua hari kedepan. Hal ini setelah adanya evaluasi Ruang Rawat Inap Khusus Anak terlalu berisiko karena dinilai masih berbau asap dan menghindari keracunan karbon monoksida.

“Untuk ruang rawat inap khusus anak telah dimigrasikan ke ruang yang lebih safety dari asap. Sedangkan pasien-pasien yang berada di ruang rawat inap khusus ibu/wanita telah kembali seluruhnya ke ruang perawatan semula pada pukul 16.00 WIB,” jelas Bachtiar.

Mengingat area yang terbakar merupakan dapur gizi, manajemen rumah sakit menyiapkan mekanisme pengganti pasokan makanan pasien agar pelayanan nutrisi tidak terhenti.

“Karena lokasi kebakaran adalah dapur gizi, untuk memastikan pelayanan makanan pasien tetap berjalan, sementara waktu RSSA akan bekerja sama dengan katering dengan tetap memperhatikan standar pelayanan gizi pasien,” lanjut Bachtiar.

Pihaknya memastikan bahwa seluruh rangkaian pelayanan kesehatan, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), rawat inap, hingga rawat jalan, tetap berjalan normal dan tidak terganggu pasca kejadian tersebut. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *