MALANG, BERITAKATA.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa salah satu program unggulan dalam visi dan misinya, yakni RT Berkelas, tetap berjalan sesuai rencana. Program yang mengalokasikan dana hibah sebesar Rp 50 juta untuk setiap Rukun Tetangga (RT) di Kota Malang tersebut saat ini telah memasuki tahap pencairan anggaran.
Hal ini disampaikan Wahyu Hidayat pada Jumat (27/3/2026). Ia sekaligus menepis rumor yang beredar di masyarakat mengenai pembatalan program tersebut.
“RT Berkelas berjalan. Malah ada yang sudah cair untuk RT Berkelas, jadi nggak ada isu yang katanya ‘Wah dibatalkan’, tidak,” tegas Wahyu.
Wahyu menjelaskan, progres pencairan dana untuk program RT Berkelas saat ini sudah mencapai lebih dari 30 persen. Mayoritas dana yang telah dicairkan tersebut dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur lingkungan.
“Kalau yang cair ini sampai dengan kemarin 30 atau 40 persen. Itu terutama untuk mereka yang sarana drainase,” ungkapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang saat ini tengah melakukan evaluasi secara ketat terhadap sejumlah usulan dari pengurus RT, khususnya pengadaan inventaris barang. Wahyu menyoroti kesiapan infrastruktur RT dalam merawat barang-barang tersebut agar tidak terbengkalai.
“Yang kita evaluasi ini terkait dengan mereka yang mengusulkan terkait dengan meja, kursi, dan tenda. Kalau yang sudah siap tempatnya, itu mereka jalan terus. Tapi yang tidak siap tempatnya untuk penyimpanan meja, kursi, dan tendanya, ya itu yang kita akan evaluasi,” papar Wahyu.
Pemkot Malang mewajibkan setiap RT untuk memiliki konsep perencanaan, pemanfaatan, dan pengendalian program yang jelas. Dana Rp 50 juta tersebut harus digunakan untuk kepentingan riil masyarakat berbasis perencanaan, bukan sekadar menghabiskan anggaran.
“Supaya nanti mereka betul-betul mengajukan ini betul-betul sesuai dengan harapan dan keinginan dari masyarakat. Tidak asal 50 juta wis pokoknya dianggarkan ini, tidak,” tegas Wahyu.
Untuk mendorong peningkatan kualitas program di tingkat akar rumput, Wahyu berencana mengadakan penilaian khusus pada tahun depan. RT yang mampu mengelola dana secara maksimal akan mendapatkan apresiasi langsung dari Pemkot.
“Insyaallah tahun depan akan kita nilai. Siapa nanti RT yang akan membuat satu perencanaan yang memang baik, pemanfaatannya juga baik, pengendaliannya juga baik, nanti kita akan kasih insentif untuk ada penambahan dari RT mereka,” jelasnya.
Langkah ini diambil agar RT tidak sekadar menyerap anggaran dengan membeli meja dan kursi agar uangnya tidak hilang. Wahyu juga mengingatkan bahwa program RT Berkelas memiliki target jangka panjang selama 5 tahun.
Dana operasional Rp 50 juta ini diproyeksikan untuk memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan mendesak di tingkat RT yang selama ini belum terjangkau oleh program pemerintah lainnya.
“Kita punya target 5 tahun. 5 tahun ini nanti apabila nanti ada 50 juta per RT, nanti ada target. Jadi jangan asal. Mudah-mudahan nanti ada target yang ingin bermanfaat bagi RT tersebut yang selama ini tidak bisa difasilitasi oleh Musrenbang ataupun dari Pokir,” katanya.












