Jelang Nyepi dan Lebaran 2026, Polresta Malang Kota Petakan Lima Potensi Kerawanan Kamtibmas

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana.

MALANG, BERITAKATA.id – Polresta Malang Kota resmi memetakan lima poin potensi kerawanan menjelang libur panjang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diambil sebagai upaya preemtif untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta kelancaran arus mudik di wilayah Kota Malang sepanjang tahun 2026.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, mengungkapkan bahwa titik tekan utama terletak pada kepadatan arus lalu lintas. Mengingat posisi Kota Malang sebagai jalur utama menuju destinasi wisata di Malang Raya, lonjakan volume kendaraan diprediksi akan terjadi secara signifikan.

Selain kemacetan, kepolisian menyoroti meningkatnya aktivitas di pusat perbelanjaan, lokasi wisata, dan pusat kuliner. Tingginya mobilitas ini dinilai linear dengan munculnya risiko gangguan keamanan jika tidak dikawal dengan pengamanan optimal.

Kombes Pol Putu Kholis juga memberikan atensi khusus pada praktik parkir ilegal atau “anomali parkir” yang kerap muncul di titik-titik keramaian.

“Kondisi ini kadang dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah,” ujar Putu Kholis pada Sabtu (14/3/2026).

Lebih lanjut, dampak ekonomi dari tingginya mobilitas masyarakat turut dipetakan. Polresta Malang Kota memprediksi adanya tantangan berupa pengelolaan sampah yang meningkat hingga potensi inflasi musiman akibat lonjakan permintaan kebutuhan pokok.

“Dampaknya adalah muncul tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi temporer yang perlu kita kendalikan bersama melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Seluruh potensi kerawanan tersebut akan ditangani melalui Operasi Ketupat Semeru 2026 dengan tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Dalam operasi ini, ribuan personel gabungan dikerahkan tidak hanya untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga mengamankan rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Pengamanan di tingkat lingkungan akan melibatkan sinergi antara Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta pengurus RT/RW melalui patroli rutin.

“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang ini bukan hanya aman secara kamtibmas, tetapi juga menjadi peluang pertumbuhan ekonomi,” pungkas Kombes Pol Putu Kholis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *