Stok BBM dan Elpiji Jelang Lebaran 2026 di Kota Batu Aman, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Beberapa pejabat Pemkot Batu bersama jajaran Pertamina meninjau SPBU di Kota Batu.

BATU, BERITAKATA.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas elpiji di wilayahnya aman menjelang libur Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Asisten Pembangunan dan Perekonomian Setda Kota Batu, M. Chori, pada Rabu (11/3/2026). Ia menjelaskan bahwa Pemkot Batu telah melakukan berbagai antisipasi guna memenuhi lonjakan kebutuhan energi, baik untuk masyarakat lokal maupun wisatawan yang akan berkunjung.

“Memasuki Ramadan kan ada Hari Nyepi, Idul Fitri, cuti bersama, juga ada kegiatan program WFA tanggal 16, 25, 27. Libur Lebaran tanggal 16-27 sehingga perlu diantisipasi. Kota Batu tidak hanya terkait memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Batu, tapi juga wisatawan,” ujar Chori.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik dari Jawa Timur diperkirakan mencapai 17,12 juta jiwa, sedangkan pemudik dengan tujuan Jawa Timur mencapai 27,24 juta jiwa. Khusus di Kota Batu, hasil rapat Forum Lalu Lintas memprediksi akan ada 1,72 juta kendaraan yang masuk, dengan puncak arus mencapai 224 ribu unit kendaraan.

Lonjakan volume kendaraan tersebut diprediksi akan meningkatkan konsumsi BBM sebesar 30 persen. Untuk mengantisipasi hal ini, alokasi BBM di Malang Raya telah disiapkan sebanyak 1.500 kiloliter.

Pertamina juga akan menambah pasokan dari Terminal BBM Surabaya, selain mengandalkan Terminal Fuel Malang. Sebagai langkah mitigasi di lapangan, sejumlah strategi distribusi telah disiapkan.

“Pertamina menyiapkan SPBU kantong berupa mobil tangki di Jalan Diponegoro, manakala ada kekurangan langsung diisi. SPBU siaga jam operasional 24 jam, yang selama ini ada yang sampai jam 10 malam saja. Ada Pertamina Call Center 135 apabila ada kehabisan bensin bisa menghubungi, nanti ada petugas ke lokasi,” jelasnya.

Chori menambahkan, penyaluran BBM melalui Pertashop di desa-desa juga akan dioptimalkan. Guna mencegah keterlambatan distribusi akibat kemacetan lalu lintas, Pemkot mengusulkan adanya pengawalan dari pihak kepolisian.

“Ini kan dropping yang dikhawatirkan macet, diimbau kalau bisa Pertamina membikin surat ke Polres supaya ada pengawalan supaya tidak ada gangguan,” terangnya.

Sementara itu, untuk kebutuhan gas elpiji, Pemkot Batu memprediksi akan ada peningkatan konsumsi sebesar 8 persen. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kunjungan wisatawan yang berimbas pada naiknya aktivitas dapur di sektor perhotelan, restoran, serta rumah tangga.

Meski Kota Batu tidak memiliki Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), Chori memastikan pasokan tetap lancar karena didukung oleh SPBE di wilayah sekitar dan cadangan dari luar daerah.

“Kebetulan kita tidak ada SPBE, adanya di Kota Malang dan tiga di Kabupaten Malang. Kekurangan nanti disuplai Gresik, Surabaya, Banyuwangi. Ada 15 ribu metrik ton, ini bisa untuk 5,7 hari ke depan, tapi ini bisa di-refill apabila habis. Sudah ada cadangan 10 persen, sehingga dipastikan bahwa kedua bahan bakar aman, baik gas elpiji maupun BBM,” tegas Chori.

Menutup keterangannya, Chori mengingatkan masyarakat bahwa pemerintah pusat telah menjamin tidak ada kenaikan harga energi pada masa libur Lebaran ini.

“Masyarakat diminta tenang, tidak khawatir untuk BBM dan gas elpiji. Untuk harga dipastikan Pak Menteri ESDM tidak ada kenaikan harga, yang mensubsidi APBN. Disampaikan Pak Menteri tidak ada kenaikan, terkait ketersediaan pasokan tidak perlu ada panic buying,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *