PAMEKASAN, BERITAKATA.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan (Pemkab) mulai merumuskan arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang digelar di Mandhapa Agung Ronggosukowati, Senin (9/3/2026).
Dalam forum perencanaan tersebut, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menegaskan bahwa pembangunan ke depan diarahkan pada penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pengembangan ekonomi berbasis potensi daerah.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah mendorong penerapan konsep ekonomi hijau agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
“Ekonomi hijau menjadi salah satu pendekatan penting agar pembangunan ekonomi tetap berkembang tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan,” kata Kholilurrahman.
Selain itu, peningkatan kualitas SDM menjadi fokus utama pemerintah daerah. Penguatan sektor pendidikan serta peningkatan keterampilan tenaga kerja dinilai menjadi langkah penting untuk menyiapkan masyarakat menghadapi persaingan ekonomi di masa mendatang.
Bupati juga menekankan pentingnya hilirisasi produk unggulan daerah. Menurutnya, pengolahan hasil sumber daya lokal secara lebih optimal dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Potensi sumber daya alam yang kita miliki harus dikelola lebih maksimal melalui hilirisasi agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, sektor ekonomi kerakyatan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama melalui peningkatan produktivitas serta daya saing sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang selama ini menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.
Melalui berbagai program pembangunan tersebut, pemerintah daerah menargetkan pertumbuhan ekonomi Pamekasan mencapai 5,6 persen pada 2027. Tingkat kemiskinan juga ditargetkan turun menjadi 11,606 persen dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat hingga 71,76 poin.
Selain itu, rasio gini ditargetkan berada pada angka 0,305 poin, sementara pendapatan per kapita masyarakat diproyeksikan mencapai Rp 26.466.400 per tahun.
Kholilurrahman berharap Musrenbang dapat menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari masyarakat dengan prioritas kebijakan pemerintah daerah.
“Setiap usulan pembangunan harus sejalan dengan prioritas daerah agar pelaksanaannya lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. ig/an












