Dari Jajanan Kampus ke Pasar Global, Alumnus UMM Ekspor Belasan Ribu Keripik Buah ke Singapura

Abdullah Dzikri.

MALANG, BERITAKATA.id – Berawal dari menjajakan lumpia di ruang kelas, Abdullah Dzikri kini berhasil membawa produk lokal ke kancah internasional. Alumnus Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2017 tersebut sukses mengekspor olahan keripik buah dan sayur ke Singapura.

Langkah bisnis Dzikri didorong oleh fakta di lapangan terkait harga komoditas pertanian yang kerap anjlok saat panen raya dan biaya produksi yang membengkak di musim paceklik. Untuk menyiasati hal tersebut, ia mengadopsi teknologi vacuum frying guna memperpanjang daya simpan hasil panen sekaligus menaikkan nilai jualnya.

“Saya menjalankan usaha produksi keripik sayur dan buah dengan memanfaatkan teknologi vacuum frying, yaitu metode penggorengan dalam kondisi kedap udara dengan suhu rendah. Melalui proses ini, produk yang dihasilkan tetap mempertahankan warna serta cita rasa asli dari bahan bakunya,” jelas Dzikri.

Dalam menjalankan operasional usahanya, Dzikri menerapkan model bisnis yang berdampak langsung pada masyarakat desa dengan dua cara. Diantaranya, memutus rantai tengkulak yakni bahan baku dibeli secara langsung dari petani lokal tanpa perantara. Kemudian, pemberdayaan masyarakat yakni melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sekitar lokasi pabrik dalam proses produksi.

Mental wirausaha Dzikri telah diasah sejak ia masih berstatus mahasiswa. Alih-alih hanya berfokus pada teori di dalam kelas, ia mempraktikkan langsung ilmu bisnisnya dengan berjualan lumpia lintas fakultas. Pengalaman tersebut, ditambah keikutsertaannya dalam kunjungan industri ke perusahaan besar dan kemenangannya di ajang Pesta Wirausaha, menjadi fondasi utamanya saat ini.

“Hal yang paling berkesan adalah bagaimana kami dilatih membangun mental kewirausahaan. Kami tidak hanya mempelajari teori seperti marketing mix, tetapi juga diminta menciptakan produk dan memasarkannya secara langsung. Proses tersebut benar-benar mengajarkan kami berwirausaha dari tahap paling awal,” ungkapnya.

Puncak pencapaian bisnis ini tercatat pada Oktober 2025 lalu. Dzikri berhasil melakukan ekspor perdana sebanyak 12.000 bungkus produk keripik dalam satu kontainer penuh ke Singapura. Saat ini, ia tengah mempersiapkan kelengkapan sertifikasi untuk mengekspansi pasarnya menuju Australia dan kawasan Timur Tengah.

Sebagai pengusaha muda yang merintis bisnis dari nol, Dzikri membagikan pandangannya bagi mereka yang ingin terjun ke dunia wirausaha.

“Pesan saya, mulailah sejak sekarang dan jangan menunggu usaha menjadi sempurna. Justru melalui proses memulai itulah kita belajar memahami dinamika usaha serta melakukan evaluasi secara bertahap,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *