Serap Aspirasi Warga Krejengan, Abdul Basit Perjuangkan Solusi Tuntas Penanganan Banjir

Basit meninjau sungai di atas jembatan yang menyebabkan banjir di Jatiurip Krejengan.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PDI Perjuangan, Abdul Basit, bergerak cepat merespons keluhan warga Kecamatan Krejengan terkait bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut.

Dalam kegiatan Reses yang digelar di Desa Jatiurip, Jumat (6/3/2026), Basit menegaskan komitmennya untuk mengawal penanganan banjir hingga ke akar persoalan.

Ratusan warga menghadiri reses yang digelar Abdul Basit.

Masyarakat yang hadir dalam reses tersebut menyampaikan keresahan mereka atas frekuensi banjir yang meningkat drastis dalam dua tahun terakhir.

Warga menengarai, pemicu utama luapan air sungai ini adalah adanya perubahan fungsi kawasan hutan di wilayah Desa Kaliacar, Kecamatan Gading, yang kini menjadi lahan pertanian sehingga kehilangan daya serap air.

“Dulu banjir besar hanya terjadi puluhan tahun sekali. Sekarang, hujan dua sampai tiga jam saja air sungai sudah meluap ke permukiman. Kami sangat berharap pemerintah memberikan solusi nyata,” ujar Muhammad Abdul Jalil, warga Desa Opo-Opo Lor di hadapan anggota dewan.

Basit menggelar reses di Jatiurip. Banyak warga mengeluh soal banjir yang melanda.

Menanggapi hal itu, Abdul Basit menyatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam. Basit mengungkapkan langkah jangka pendek berupa normalisasi sungai sudah mulai membuahkan hasil.

“Normalisasi sungai saat ini sudah hampir selesai. Alhamdulillah, saat hujan deras terakhir, debit air memang naik namun tidak sampai merendam rumah warga seperti sebelumnya. Ini adalah bukti bahwa pemerintah hadir memberikan penanganan cepat,” terang Basit.

Basit meminta Perhutani turut membantu normalisasi sungai.

Meski demikian, Basit menyadari bahwa langkah jangka pendek saja tidak cukup untuk menghilangkan trauma warga. Oleh karena itu, ia berjanji akan membawa persoalan alih fungsi lahan ini ke tingkat yang lebih serius melalui mekanisme legislatif.

“Kami berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur serta pihak Perhutani. Kami ingin memastikan status penghijauan kembali di kawasan hulu. Jika benar ada alih fungsi lahan yang merugikan rakyat, harus ada langkah reboisasi segera,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, DPRD Kabupaten Probolinggo akan terus mengawal kebijakan lingkungan agar selaras dengan keselamatan warga.

Menurutnya, kesejahteraan rakyat tidak hanya soal ekonomi, tetapi juga rasa aman dari bencana.

“Kasihan masyarakat, setiap mendung mereka panik karena trauma. Aspirasi ini adalah prioritas saya untuk diperjuangkan agar warga Krejengan tidak lagi dihantui banjir setiap kali hujan turun,” tutup Basit.

Melalui kegiatan reses ini, diharapkan sinergi antara masyarakat dan DPRD dapat mempercepat realisasi solusi permanen bagi penataan drainase dan pelestarian hutan di wilayah Kabupaten Probolinggo. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *