PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Perjalanan satu tahun kepemimpinan dr. Mohammad Haris (Gus Haris) sebagai Bupati Probolinggo telah membawa angin perubahan yang signifikan. Dengan semangat “Probolinggo SAE”, kepemimpinan kiai muda ini berhasil mengonsolidasikan kekuatan birokrasi dan potensi daerah untuk melakukan lompatan besar di sektor infrastruktur, pariwisata, dan penguatan nilai religius.
Bagi Gus Haris, infrastruktur adalah kunci utama pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam satu tahun terakhir, Pemkab Probolinggo fokus pada perbaikan akses jalan kabupaten yang menghubungkan sentra pertanian dan destinasi wisata.

Komitmen ini dibuktikan dengan penandatanganan delapan proyek strategis pembangunan jalan dan jembatan untuk tahun 2026 sebagai kelanjutan dari akselerasi di tahun pertama.
Melalui kolaborasi bersama Kementerian PUPR, Gus Haris memastikan bahwa konektivitas antarwilayah bukan lagi sekadar impian, melainkan realitas yang memudahkan mobilitas warga desa.
Di bawah komando Gus Haris, pariwisata Probolinggo tidak lagi hanya tentang Bromo. Inovasi “Seven Lake Festival” di wilayah Tiris berhasil mencuri perhatian nasional dan meraih penghargaan di ajang Indonesia Kita Awards 2025.

Bupati secara aktif mempromosikan ekowisata pegunungan yang dipadukan dengan kearifan lokal. Konsep wisata berkelanjutan ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjaga kelestarian alam lingkungan “Bumi Rengganis”.
Sebagai pemimpin yang lahir dari rahim pesantren, Gus Haris menaruh perhatian besar pada fondasi spiritual. Kegiatan seperti Ruwatan Agung Sedekah Bumi dihidupkan kembali bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat identitas budaya dan kerukunan umat beragama.
Bagi Gus Haris, kemajuan fisik infrastruktur harus berbanding lurus dengan kebahagiaan batin masyarakatnya. Program pembinaan guru ngaji dan penguatan madrasah terus didorong sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berakhlakul karimah.
Capaian kinerja satu tahun ini terekam jelas melalui 27 penghargaan nasional dan regional yang diraih sepanjang tahun 2025. Penghargaan tersebut mencakup bidang tata kelola keuangan (WTP), inovasi pelayanan publik, hingga ketahanan pangan.
“Satu tahun ini adalah langkah awal. Probolinggo SAE bukan sekadar slogan, tapi target kerja nyata agar seluruh warga merasakan manfaat dari kebijakan yang kami ambil,” tegas Gus Haris, Senin (2/3/2026).
Kini, Kabupaten Probolinggo menatap masa depan dengan lebih optimis. Di tangan Gus Haris, kabupaten ini terus berbenah menjadi daerah yang lebih maju, berdaya saing, dan tetap teguh pada akar budaya serta nilai-nilai agama. ig/fa












