Usut Balap Liar, Polresta Malang Kota Beri Penghargaan bagi Warga yang Berani Membubarkan Aksi

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, memberikan penghargaan kepada sejumlah warga yang membantu membubarkan aksi balap liar di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru.

MALANG, BERITAKATA.id – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, memberikan penghargaan kepada sejumlah warga yang membantu membubarkan aksi balap liar di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), Kecamatan Lowokwaru. Pemberian apresiasi ini dilakukan pada Jumat (27/2/2026) sore sebagai bentuk penguatan kolaborasi antara polisi dan masyarakat.

Penghargaan ini merupakan respon atas aksi warga dan komunitas ojek online (ojol) yang sempat viral saat menindak pelaku balap liar di kawasan padat tersebut. Langkah cepat masyarakat dinilai efektif mencegah kecelakaan dan gangguan ketertiban.

Selain memberikan penghargaan, Kombes Pol Putu Kholis menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mendalami dugaan adanya sindikasi atau jaringan yang mengorganisir balap liar di Malang.

“Kami sedang mendalami bagaimana pola dan alur kelompok balap liar ini bisa berjalan. Tujuannya untuk mengurai akar persoalan agar tidak terus berulang,” ujar Kombes Pol Putu Kholis pada Jumat (27/2/2026).

Menurutnya, pemetaan jaringan, pola komunikasi, dan titik kumpul para pelaku sangat penting untuk melakukan langkah pencegahan yang lebih terukur di masa depan. Kapolresta juga mengapresiasi keberanian warga yang langsung berkoordinasi dengan petugas saat kejadian.

“Ada masyarakat yang langsung menghubungi kami. Ini bentuk komitmen menjaga keamanan lingkungan. Kami memberikan penghargaan atas peran serta warga yang membantu tugas kepolisian,” tegasnya.

Kombes Pol Putu Kholis menekankan bahwa keamanan kota adalah tanggung jawab bersama.

“Tujuan kami jelas, menciptakan Kota Malang yang aman dan kondusif. Penindakan tegas kami lakukan, tetapi sinergi dengan masyarakat adalah kunci utama menjaga ketertiban,” katanya.

Andhika Surya Aditama, salah satu warga yang terlibat di lokasi, menjelaskan bahwa pembubaran awalnya berjalan tanpa kekerasan.

“Disitu banyak ojol ngetem, di sekitaran balap liar, akhirnya koordinasi dengan warga dan pasukan ojol untuk membubarkan saja tanpa ada kekerasan, kemudian bubar aman, kembali posisi masing-masing,” kata Andhika.

Namun, situasi memanas ketika seorang terduga pelaku kembali memacu kendaraan dengan suara bising di depan gerai KFC setelah lokasi sempat dinyatakan aman. Hal tersebut memicu warga dan pengemudi ojol untuk menghadang pelaku.

“Jarak waktu 10-15 menit oknum balap liar (dugaan) muncul lagi, itu berkendara kencang, sempat bleur-bleur kemudian putar balik pembalap itu dihadang lagi di sekitar KFC, pembalap itu dikerumuni warga dan driver ojol,” katanya.

Dalam kerumunan tersebut, sempat terjadi aksi pemukulan oleh oknum tidak dikenal sebelum petugas kepolisian tiba untuk mengendalikan situasi dan mengevakuasi kendaraan pelaku.

“Yang mukul tidak tahu saya siapa, kejadiannya hari Jumat pas hari pertama puasa sekitar jam 1 (dini hari), jam 2 (dini hari), hampir menabrak driver ojol yang membuat warga sekitar emosi,” ungkapnya.

“Kemudian sepeda motornya dibawa ke sebelah utara, kami amankan daripada macet, sepeda motornya dibawa ke jalan tembusan kampung, kemudian sepeda motornya dibawa ke sungai, setelah ada polisi selesai,” sambungnya.

Pasca-insiden tersebut, kawasan Jalan Soekarno-Hatta dilaporkan steril dari aksi balap liar selama empat hari terakhir. Meski demikian, pihak kepolisian tetap meningkatkan patroli rutin karena para pelaku kerap mengubah jadwal aksi untuk menghindari petugas.

“Sebetulnya pihak kepolisian sudah berjaga setiap Jumat, Sabtu dan Minggu di pos pesawat sebelahnya pintu masuk permata jingga, waktu itu sepertinya (pembalap liar) belum datang, sebenarnya pihak kepolisian sudah berjaga,” jelasnya. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *