DWP Bakorwil III Malang Hadirkan “Ladies Mart”, Fasilitasi Produk UMKM Lokal

Ketua DWP Bakorwil III Malang, Asihing Kustanti meninjau Ladies Mart pada Senin (2/2/2026).

MALANG, BERITAKATA.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Bakorwil III Malang menghadirkan “Ladies Mart” sebagai langkah nyata di bidang ekonomi dalam memberdayakan istri dan karyawati di lingkungan instansi tersebut.

Fasilitas ini tidak hanya bertujuan memfasilitasi produk-produk lokal Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tetapi juga menjadi solusi pemenuhan kebutuhan sehari-hari bagi keluarga besar Bakorwil III Malang serta masyarakat umum.

Ketua DWP Bakorwil III Malang, Asihing Kustanti, menjelaskan bahwa inisiatif pendirian Ladies Mart berawal dari pengamatan terhadap kebutuhan pengunjung di lingkungan Bakorwil III, khususnya saat akhir pekan.

“Ada satu hal lagi yang belum ada waktu itu Dharma Wanita lihat, semacam minimarket. Bakorwil ini punya Ruang Arjuna yang disewa pengantin atau acara event-event lain. Tetapi mereka kalau butuh sesuatu, biasanya Sabtu-Minggu itu kantinnya tutup,” ujar Asihing saat diwawancarai pada Senin (2/2/2026).

Merespon kondisi tersebut, DWP Bakorwil III Malang mengambil peluang dengan menyediakan kebutuhan mendesak bagi pengunjung, mulai dari sandal jepit, air minum, hingga minyak kayu putih.

“Nah, itu apa tidak salahnya kalau DWP buka Ladies Mart ini. Pokoknya kayak konsep-konsep Warung Madura, bahkan UMKM juga boleh, dari kita untuk kita,” katanya.

Ladies Mart, yang telah melakukan soft launching pada Jumat (30/1/2026) lalu ini, mengusung semangat pemberdayaan. Asihing menegaskan bahwa wadah ini terbuka bagi anggota DWP yang memiliki keahlian atau produk rumahan untuk dipasarkan.

“Jadi ibu-ibu DWP itu yang punya keahlian lain, punya produksi yang bisa kerajinan UMKM, bisa dititip, monggo saja. Ini dari kita untuk kita,” jelas Asihing.

Lebih jauh, Asihing memaparkan visi pengembangan Ladies Mart ke depan yang akan mengadopsi sistem digital dan konsep kejujuran, menyerupai model yang telah diterapkan di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur.

“Bahkan nanti konsepnya itu kantin kejujuran kayak di OPD lain di dinas-dinas di provinsi. Jadi kantinnya ini kosong aja tidak ada yang jaga. Tapi kita daftar harga, kita ngitung, ada kotak uang, bahkan bisa pakai QRIS. Kantin kejujuran atau Ladies Mart kejujuran,” paparnya.

Realisasi Ladies Mart ini telah direncanakan sejak tahun 2025 lalu dan mendapat dukungan dari Ketua DWP Provinsi Jawa Timur, Isye Adhy Karyono. Asihing menyebutkan bahwa keberhasilan pendirian Ladies Mart ini tidak lepas dari kerja keras tim pengurus DWP Bakorwil III Malang.

“Alhamdulillah dengan tim DWP yang kuat, dengan ibu wakil DWP istrinya Pak Sekban dan ibu-ibu pengurus lainnya, terwujud kemarin kita launching peresmian Bakorwil ini Jumat yang lalu,” ungkapnya.

Saat ini, Ladies Mart menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga bersaing, seperti beras dan tabung gas, untuk memudahkan para pegawai dan anggota DWP.

Asihing juga menyebutkan bahwa inventaris produk akan terus berkembang sesuai aspirasi konsumen, termasuk rencana penjualan perlengkapan olahraga karena kedekatan lokasi dengan fasilitas lapangan tenis.

“Bahkan nanti aspirasi dari konsumen tadi jualan bola tenis karena di belakang ada lapangan tenis. Dan itu sudah istilahnya sudah terbuka untuk umum. Jadi Bakorwil kedepannya ini adalah bersifat pelayanan, bahkan terbuka untuk publik,” kata Asihing.

Target jangka panjang Ladies Mart adalah menjadi pusat belanja terpadu atau one stop shopping bagi tamu dan keluarga besar Bakorwil. Namun, Asihing menekankan bahwa keberadaan Ladies Mart tidak akan bersaing secara langsung dengan kantin yang sudah ada sebelumnya, melainkan saling melengkapi.

“Kalau mau kopi di belakang di kantin kita ya, kita tidak akan menyamai yang belakang biar saling menjaga. Produk-produknya berbeda,” katanya.

Terkait variasi produk, saat ini Ladies Mart telah memajang sejumlah produk UMKM berupa camilan seperti keripik kacang dan keripik pare, serta pakaian produksi rumahan. Ke depan, variasi produk akan diperluas mencakup kerajinan tangan hingga makanan beku (frozen food).

“Insyaallah kita akan terus memperbaiki diri,” pungkas Asihing. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *