Stabilitas Terjaga, OJK Malang Catat Kinerja Positif Sektor Jasa Keuangan hingga Akhir 2025

Ilustrasi ekonomi.

MALANG, BERITAKATA.id – Pertumbuhan kredit di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang tercatat stabil, didominasi oleh sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di wilayah Kota Batu. Hal ini merupakan bagian dari stabilitas sektor jasa keuangan yang tetap terjaga kokoh dengan kinerja positif hingga akhir tahun 2025.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan bahwa pertumbuhan kredit di wilayah Malang menunjukkan tren yang menggembirakan bagi perkembangan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan kredit di wilayah Malang itu sejauh ini masih menunjukkan pertumbuhan yang positif ya, meningkat rata-rata sekitar 4,53 persen. Itu masih relatif bagus dalam arti masih menunjukkan perkembangan ekonomi yang membantu perkembangan ekonomi wilayah,” ujar Farid dalam wawancara di Malang, Kamis (22/1/2026).

Farid menjelaskan bahwa penyaluran kredit di wilayah Malang Raya sangat berfokus pada penguatan modal kerja UMKM. Berdasarkan data OJK, lebih dari 40 persen kredit dialokasikan untuk sektor UMKM.

Kota Batu mencatatkan persentase tertinggi dalam penyaluran kredit UMKM dibandingkan wilayah lainnya. Sektor perdagangan, jasa, dan pertanian menjadi penggerak utama di kota tersebut.

“Kota Batu UMKM-nya sekitar 51 persen, paling tinggi. Kami melihatnya memang di sana cukup aktif ya perdagangannya, kemudian penjualan pertaniannya yang dikembangkan oleh UMKM dan koperasi, sehingga pergerakan UMKM di sana memang lebih tinggi dan lebih masif. Kayaknya malah tertinggi,” jelas Farid.

Secara rinci, capaian sektor perbankan per November 2025 untuk total kredit tumbuh 4,53 persen (yoy) menjadi Rp109,06 triliun.
Sektor utama yakni rumah tangga 29,85 persen, perdagangan besar/eceran 19,42 persen, dan industri pengolahan 16,53 persen.

Kredit investasi tumbuh 8,97 persen (yoy), aset perbankan meningkat 8,36 persen (yoy) mencapai Rp184,97 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 4,05 persen (yoy) menjadi Rp105,23 triliun, dan Risiko Kredit dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level 2,72 persen.

Selain itu, kinerja perbankan syariah juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pembiayaan Bank Umum Syariah (BUS) tumbuh 5,37 persen, sementara BPRS melonjak hingga 23,26 persen (yoy).

Terkait kondisi makroekonomi, Farid menyebutkan bahwa angka inflasi di wilayah Malang masih berada dalam batas aman, yakni sebesar 1,64 persen. Menurutnya, inflasi yang terkendali ini menjaga keseimbangan antara permintaan (demand) dan penawaran (supply).

“Inflasinya 1,64 persen. Jadi ada inflasi tapi masih terkendali, masih dalam rentang yang wajar. Dan itu juga mestinya menjadi salah satu daya tarik tersendiri karena harganya enggak terlalu banyak yang naik,” ungkapnya.

Menghadapi siklus Ramadan tahun 2026, OJK memproyeksikan adanya peningkatan aktivitas ekonomi. Farid berharap momentum ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut di awal tahun.

“Menjelang Ramadan ini biasanya secara permintaan nanti kan akan meningkat sesuai dengan siklus. Katakanlah misalnya pembiayaan biasanya akan meningkat, konsumsi juga pasti akan meningkat. Dan itu memang yang kita harapkan di tahun ini akan meningkatkan berbagai nilai pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Pasar modal di wilayah OJK Malang juga mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025. Jumlah investor tumbuh 26,53 persen (yoy) menjadi 373.641 investor. Rata-rata nilai transaksi saham bahkan melonjak 151,79 persen dari Rp2.687 miliar menjadi Rp6.766 miliar per November 2025.

Namun, dinamika berbeda terlihat pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB). Untuk Asuransi dengan pendapatan premi mencapai Rp1.688 miliar turun 14,15 persen yoy, dengan klaim sebesar Rp1.378 miliar. Dana Pensiun dengan aset meningkat 5,53 persen menjadi Rp237,59 miliar, Perusahaan Pembiayaan untuk piutang pembiayaan menurun tipis 2,55 persen menjadi Rp7,08 triliun, dan Modal Ventura tumbuh 21,06 persen dengan nilai pembiayaan Rp430 miliar.

OJK Malang terus memperkuat aspek perlindungan konsumen. Selama tahun 2025, telah dilaksanakan 155 kegiatan edukasi yang menjangkau 43.462 peserta. Dari 2.656 layanan konsumen yang diberikan, mayoritas berkaitan dengan informasi SLIK dan pengaduan penipuan eksternal pada fintech lending.

Melalui Satgas PASTI, OJK secara nasional telah menghentikan 2.263 entitas pinjol ilegal dan 354 investasi ilegal selama 2025. Di wilayah Malang sendiri, terdapat 296 layanan konsultasi terkait aktivitas keuangan ilegal, dan 46,62 persen di antaranya adalah masalah pinjol ilegal.

“IASC (Indonesia Anti-Scam Center) telah memblokir 397.028 rekening yang terindikasi penipuan dan berhasil mengembalikan dana korban sebesar Rp161 miliar hingga awal tahun 2026,” pungkas Farid. ig/nn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *