PAMEKASAN, BERITAKATA.id– Komitmen menjaga ketertiban sosial dan menciptakan suasana kondusif menjelang Ramadan kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Pamekasan melalui pemusnahan ribuan botol minuman keras hasil penindakan. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Aghung Ronggosukowati bersama unsur Forkopimda dan berbagai organisasi kemasyarakatan, Senin (9/2/2026).
Pemusnahan minuman beralkohol itu menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, dan organisasi masyarakat dalam menjaga lingkungan yang aman serta mendukung nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Pamekasan.
Kapolres Pamekasan, AKBP Hendra Eko Triyulianto, mengungkapkan bahwa jumlah barang bukti yang dimusnahkan mencapai 2.937 botol minuman keras dari berbagai merek. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan pemusnahan turut disaksikan sejumlah perwakilan organisasi kemasyarakatan, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta berbagai elemen masyarakat lainnya yang selama ini turut mendukung upaya pencegahan peredaran minuman keras di Kabupaten Pamekasan.
Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen kuat dalam memerangi peredaran minuman keras yang dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kita tidak akan memberikan toleransi sekecil apa pun kepada penjual miras. Ini bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga ketertiban sosial dan melindungi generasi penerus,” tegasnya.
Menurutnya, pemberantasan minuman keras tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif mengenai dampak negatif konsumsi minuman beralkohol, terutama bagi generasi muda.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan edukasi melalui peran keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai lembaga yang memiliki perhatian terhadap pembinaan karakter generasi muda.
Bupati menilai kolaborasi tersebut menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman bagi masyarakat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan sejak dini terhadap berbagai bentuk penyimpangan sosial.
“Ini bentuk komitmen kita memberantas barang haram, bukan sekadar seremonial belaka,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Pamekasan berharap tercipta suasana yang semakin kondusif menjelang Ramadan, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga ketertiban dan melindungi masyarakat dari dampak negatif peredaran minuman keras. ig/an












