PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi Nasdem, Andi Suryanto Wibowo, menggelar reses tahap III masa sidang III tahun 2025 di wilayah Dapil Dringu, Pajarakan, Krejengan, dan Gending, pada 15 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi warga untuk menyampaikan aspirasinya terkait pembangunan dan kesejahteraan di desa.
Dalam kesempatan itu, sejumlah warga menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari infrastruktur hingga usaha mikro. Andi menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan dan pengawasan di tingkat desa agar hasilnya benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.
Namun di balik itu, terdapat temuan menyentuh hati dari Kecamatan Dringu saat Andi menggelar reses. Dua anak sekolah, adik kakak yang masih duduk di bangku SMP dan SMA, harus menjalani hidup yang sangat memprihatinkan.
Orang tua mereka telah meninggal dunia. Saat masih hidup, kedua orang tua mereka mendapatkan bantuan dari program Keluarga Harapan (PKH), sehingga beban ekonomi mereka sedikit berkurang, terutama untuk biaya pendidikan.
Namun kini, setelah orang tuanya tiada, nasib dua anak yatim piatu ini menjadi semakin sulit.
“Jangankan biaya sekolah, untuk makan sehari-hari saja mereka kebingungan. Kondisi ini harus segera mendapat perhatian,” tukas Andi.
Mewakili warga, Andi meminta Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo turun tangan melakukan pendataan ulang.
Andi menegaskan, temuan ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa saja terjadi di seluruh kecamatan di Kabupaten Probolinggo.
“Anak-anak usia sekolah yang kehilangan orang tua dan hidup dalam keterbatasan ekonomi rentan terancam putus pendidikan, yang tentunya akan berimbas pada masa depan mereka,” kata Andi.
Andi berharap, dengan adanya pendataan dan perhatian yang serius dari dinas terkait, nasib anak-anak seperti adik kakak ini bisa segera tertangani.
Politisi Nasdem ini mengingatkan, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama generasi penerus bangsa.
*Kita harus pastikan bahwa mereka tetap mendapatkan hak pendidikan dan kehidupan yang layak. Jangan sampai mereka terlantar dan kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi,” tuturnya. ig/fa












