PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Puluhan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menemui Komisi IV DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (2/7/2024).
Pertemuan di Kantor DPRD ini membahas komitmen legislatif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat desa.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menyampaikan persoalan sinkronisasi program desa dengan kepala desa serta pentingnya dukungan pemerintah desa terhadap keberlangsungan pendidikan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Probolinggo, Rendra Hadi Kusuma, mengatakan pihaknya terus memperkuat kolaborasi dengan OPD terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Arsip, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
“Dukungan terhadap pendidikan desa, mulai dari PAUD, SD, hingga pendidikan kesetaraan, harus didukung penuh pemerintah desa. Kami terus dorong sinergi lintas OPD,” ujar Rendra.
Rendra menambahkan, pihaknya aktif mendorong anggaran desa dialokasikan untuk sarana pendidikan dan insentif guru nonformal, termasuk guru PAUD dan tutor paket A, B, serta C. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam menyelesaikan persoalan program desa.
“Kami pahami, tidak semua kegiatan bisa masuk lewat dana desa. Tapi bukan berarti tidak bisa jalan. Kepala desa bisa gandeng CSR atau mitra lainnya,” katanya.
Selain itu, Komisi IV membuka peluang kolaborasi dengan NGO dan lembaga mitra pendidikan, seperti pengembangan perpustakaan ramah anak dan lingkungan. Program pembangunan perpustakaan kabupaten di wilayah barat yang aksesnya jauh dari Perpustakaan Daerah di Kraksaan juga menjadi perhatian.
Tak hanya itu, DPRD juga mengawal program SAE Pendidikan, termasuk mendorong pemberian beasiswa kuliah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya di desa-desa terpencil.
“Kalau ada mahasiswa dari desa, mereka bisa berkontribusi langsung di wilayahnya. Ini juga bentuk pemerataan pendidikan,” tegas Rendra.
Ia pun mengapresiasi semangat mahasiswa KKN UINSA yang ingin menggelar seminar pendidikan dan kegiatan sosial selama pengabdian di desa. Komisi IV menyatakan siap mendukung dari segi sarana dan membuka komunikasi lanjutan melalui koordinator mahasiswa.
“Kalau ada yang ingin dikomunikasikan, kami terbuka. Komisi IV tidak hanya sekadar mendengar, tapi juga mendampingi dan mengawal,” pungkasnya. ig/fa












