PROBOLINGGO, BERITAKATA.id — Pemerintah Kelurahan Kedunggaleng, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan positif l.
Pada Rabu (14/5/2025), Kelurahan Kedunggaleng menggelar Pelatihan Produk Kreatif: Bucket Snack dan Hantaran. Kegiatan ini berlangsung di Balai Kelurahan Kedunggaleng dan diikuti oleh puluhan peserta dari Kader PKK dan Kader Posyandu Kelurahan Kedunggaleng.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pembinaan ekonomi kreatif yang ditujukan untuk meningkatkan keterampilan warga, khususnya kader PKK dan Posyandu, agar memiliki peluang usaha mandiri di bidang kuliner kreatif dan jasa hantaran.
Dalam sambutannya, Lurah Kedunggaleng Achmad Faiz menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari visi Pemerintah Kota Probolinggo melalui Kelurahan Kedunggaleng untuk mendorong kemajuan ekonomi warga melalui keterampilan yang relevan dan trend di masyarakat.

“Bucket snack dan hantaran kini tidak lagi sekadar bingkisan, melainkan telah menjadi produk kreatif yang bernilai jual tinggi. Kami ingin warga Kedunggaleng tidak hanya bisa membuat untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga mampu menjadikannya sebagai peluang usaha yang menjanjikan,” ujar Lurah Faiz di hadapan peserta.
Pelatihan menghadirkan narasumber anggota DPRD Kota Probolinggo H. Amir Mahmud dan Hj. Nur Hudana, Camat Wonoasih Deus Nawandi di dampingi Lurah Kedunggaleng dan pengusaha dekorasi yang telah berpengalaman dalam dunia packaging kreatif yakni Katarina Suhendar Triningrum.
Mereka memberikan materi secara interaktif, mulai dari teknik dasar pemilihan snack, menyusun susunan bucket secara estetis, pemilihan warna dan tema, hingga cara membuat hantaran dengan sentuhan kekinian yang tetap mengedepankan nilai budaya lokal.
Selain materi teori, peserta juga mendapatkan kesempatan langsung untuk praktik membuat bucket snack dan hantaran. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari semangat mereka mencoba, berdiskusi, hingga saling berbagi ide selama sesi pelatihan berlangsung.
“Saya senang sekali ikut pelatihan ini. Ternyata menyusun bucket snack itu seru dan bisa langsung dijadikan peluang usaha. Saya berencana menawarkan jasa pembuatan untuk ulang tahun anak-anak dan acara lamaran,” ujar Titik salah satu peserta dari kader Posyandu.

Kegiatan ini juga menjadi ajang memperkuat silaturahmi antarwarga serta menjadi momen berbagi inspirasi, terutama bagi kaum ibu yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial seperti Posyandu, PKK.
Kelurahan Kedunggaleng melalui program seperti ini berharap agar warganya mampu menjadi pelaku ekonomi kreatif yang tidak hanya produktif tetapi juga inovatif, sesuai dengan semangat slogan kelurahan “Lebur Ongghu”, yang mengandung makna persatuan, sinergi, dan gotong royong dalam membangun kampung.
Pelatihan ditutup dengan penampilan hasil karya peserta yang ditata secara rapi di meja pamer. Hasilnya sangat memuaskan, bahkan beberapa karya langsung dipesan oleh sesama warga yang hadir. Panitia dan narasumber menyatakan keterbukaannya jika peserta ingin berkonsultasi atau melanjutkan pembinaan secara mandiri di kemudian hari.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan Kelurahan Kedunggaleng bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memberdayakan potensi lokal melalui pendekatan kreatif, praktis, dan berkelanjutan. ig/fa












