Dinkes Kabupaten Probolinggo Sosialisasikan Aplikasi Si Gizi Kesga, Tingkatkan Kualitas Kesehatan Ibu dan Anak

Sosialisasi aplikasi Si Gizi Kesga berlangsung di Ruangan Tengger Kantor Bupati Probolinggo.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengambil langkah strategis untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu dan anak, dengan mensosialisasikan aplikasi Si Gizi Kesga.

Acara tersebut digelar di Ruang Tengger Kantor Bupati Probolinggo pada Selasa (29/4/2025), dihadiri oleh seluruh Puskesmas di wilayah setempat.

Tampilan aplikasi Si Gizi Kesga yang digunakan oleh petugas Puskesmas untuk melaporkan pelayanan kesehatan.

Dinkes menghadirkan narasumber, Afidah Andani, Administrator Kesehatan Ahli Pertama dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, untuk membagikan informasi penting mengenai aplikasi ini.

Dalam kesempatan itu, Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menjelaskan bahwa Si Gizi Kesga dirancang untuk mencatat dan melaporkan kegiatan pelayanan kesehatan secara rutin, dengan fokus pada kesehatan ibu dan anak.

Kabid Kesmas Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami

“Aplikasi ini akan menjadi alat pelaporan rutin bagi Puskesmas, sesuai dengan penanggung jawab program masing-masing. Kami berharap layanan kesehatan menjadi lebih terarah dan tepat sasaran,” ungkap Wahyu.

Ia menekankan bahwa isu gizi bukanlah tanggung jawab petugas gizi semata, melainkan memerlukan kolaborasi lintas program. Kolaborasi antara penanggung jawab program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), gizi, serta kesehatan anak usia remaja (Ausrem) sangat penting untuk mewujudkan pelayanan yang komprehensif.

Narasumber, Afidah Andani, Administrator Kesehatan Ahli Pertama dari Dinkes Provinsi Jawa Timur memaparkan materi sosialisasi terkait Si Gizi Kesga kepada petugas Puskesmas.

Dengan total 33 Puskesmas di Kabupaten Probolinggo, masing-masing dilengkapi dengan penanggung jawab program yang bersangkutan, tantangan terkait permasalahan gizi, seperti gizi kurang, stunting, serta tingginya angka kematian ibu dan bayi, menjadi perhatian serius. Penanganan masalah ini dianggap perlu dimulai sejak remaja.

“Remaja putri sebagai calon ibu harus dipersiapkan dalam kondisi sehat, bebas anemia, dan terbiasa dengan pola makan yang baik serta rutin mengonsumsi tablet tambah darah,” tambahnya.

Para penanggung jawab program di 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo menyimak penyampaian materi oleh narasumber.

Wahyu juga menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan pranikah, mengingat kondisi kesehatan calon ibu perlu diketahui sedini mungkin untuk memberikan intervensi jika ditemukan masalah kesehatan.

Saat ini, ibu hamil juga mendapatkan Micronutrient Supplement (MNS) sebagai hibah dari Kementerian. MNS mengandung mineral dan vitamin yang lebih komprehensif dibandingkan tablet tambah darah (TTD) biasa. Investasi dalam kesehatan ibu hamil ini menjadi bagian dari upaya penanganan anemia, di mana jika ibu hamil tetap mengalami anemia, prinsip konsumsi TTD tetap diterapkan.

Para petugas Puskesmas yang menjadi penanggung jawab program diberikan pemahaman terkait penggunaan aplikasi Si Gizi Kesga.

Dengan sosialisasi ini, Dinkes berharap semua program bisa bersinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh, mulai dari remaja hingga balita, sehingga permasalahan gizi dapat ditekan dan masyarakat menjadi lebih sehat. ig/fat/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *