Bank Indonesia Prediksi Nataru Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Positif di Malang Raya

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Jawa Timur, Dedi Prasetyo.

MALANG, BERITAKATA.id – Bank Indonesia (BI) Malang memprediksi kondisi positif pertumbuhan ekonomi di Malang Raya pada akhir tahun 2024 ini atau Libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Dua faktor yang mempengaruhi yakni meningkatnya konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah.

Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Jawa Timur, Dedi Prasetyo mengatakan, banyak masyarakat yang memanfaatkan waktu libur Nataru untuk berwisata ke Malang Raya. Kondisi ini akan mempengaruhi konsumsi atau belanja masyarakat yang naik seperti transportasi, makanan dan minuman, pariwisata, tempat penginapan dan lainnya.

“Kalau libur Nataru, perkiraan saya perdagangan, karena meningkat aktivitas jual-beli, pariwisata, transportasi juga. Itu yang akan mendorong ekonomi tumbuh,” kata Dedi pada Minggu (15/12/2024).

Selain itu, dikatakannya, pada akhir tahun merupakan waktu belanja atau pengeluaran pemerintah yang naik. Sektor konstruksi biasanya meningkat karena pemerintah akan mengejar dan menyelesaikan pembayaran terhadap proyek-proyek yang ada.

“Belanja pemerintah untuk yang membayar proyek-proyek untuk diselesaikan di infrastruktur. Mungkin banyak juga dikejar, dikebut di triwulan 4 ini,” katanya.

Dedik mengatakan, pihaknya belum bisa memaparkan data pertumbuhan ekonomi pada tahun 2024 ini. Dia hanya bisa menjelaskan data pada tahun 2023 lalu, Kota Batu menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Malang Raya yakni sebesar 6,19 persen.

Sedangkan, Kota Malang sebesar 6,07 persen dan Kabupaten Malang sebesar 5,00 persen. Pihaknya juga memberi saran bagaimana masing-masing pemerintah daerah meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerahnya.

“Saya ambil contoh investasi, konkretnya dipermudah untuk pelayanan perizinan investasinya, daya tariknya misalnya penyiapan infrastruktur yang konektivitasnya. Karena pengusaha atau investor itu biasanya akan senang, ketika untuk mengangkut produknya dari tempat dia berusaha ke pasar itu relatif bagus,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *