PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Aliwafa, mengakui peran penting media massa dalam menyukseskan Pilkada.
Hal itu ditegaskan Aliwafa dalam media gathering KPU di kantor KPU setempat, Jumat (28/6/2024). Kegiatan tersebut dihadiri belasan awak media lokal, regional hingga nasional.
"Media adalah pilar keempat demokrasi. Karena itu, kami meminta dukungan awak media demi suksesnya Pemilihan Bupati Probolinggo 27 November 2024," kata Aliwafa yang menyandang titel doktor ini.
Aliwafa berharap media massa turut menyukseskan Pilbup dari sisi tingkat partisipasi masyarakat, dan penyajian informasi tahapan Pilkada.
Dia menargetkan partisipasi sebesar 77,6 persen. Pasalnya, ada tren penurunan partisipasi masyarakat sejak Pilkada tahun 2008.
Kata Aliwafa, Pemilukada 2008, partisipasi mencapai 78 persen dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sekitar 824.782 orang. Namun, pada Pemilukada 2013 dan 2018, angka partisipasi turun menjadi 75 persen dan 73 persen, secara berturut-turut.
Ketua Pokja Jurnalis Kraksaan Ahmad Faisol mengatakan, awak media bersikap adil, dengan memberikan porsi pemberitaan yang sama kepada seluruh calon atau peserta serta pihak penyelenggara.
"Ini semata-mata untuk memberikan pilihan kepada publik dalam memilih pemimpin terbaik. Apalagi dana Pilkada Rp 60 miliar juga tidak sedikit," ujar Faisol.
Selain itu, awak media juga melihat dan mengajak masyarakat melihat serta mengawasi jalannya tahapan dan pelaksanaan pilkada.
"Bersinergi juga penting. Media massa dan KPU bersinergi dalam menyukseskan Pilkada. Meningkatkan partisipasi masyarakat dan memberikan informasi tahapan pilkada. Hingga hari H pencoblosan," kata Faisol.
Dan terakhir, media massa diberi amanah mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pemberitaan, termasuk dalam Pilkada.
"Pers memiliki fungsi informasi, edukasi, kontrol sosial, dan hiburan. Yang diatur Dalam UU No 40 Tahun 1999 pada pasal 3 ayat 1," pungkas Faisol yang berkiprah di media massa sejak tahun 2006. ig/fa












