Akhiri Penderitaan Warga, Pembangunan Pintu Air Pengendali Banjir Rob Dimulai

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Penderitaan warga yang dikepung banjir rob sebulan dua kali selama 15-17 tahun bakal berkurang atau bahkan sirna. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa melakukan groundbreaking bangunan pengendali banjir rob di pesisir Desa Kalibuntu, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Jumat (17/11/2023).  

Bangunan berupa pintu air dengan anggaran Rp 4 miliar. 

Sejauh ini penanganan banjir rob berupa perbaikan Parapet di dua lokasi, sepanjang 261 meter dan 300 meter. 

"Hari groundbreaking pengendali banjir rob sudah diresmikan," kata Khofifah singkat. 

Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto menjelaskan, banjir rob Kalibuntu menggenangi lahan desa seluas 39 hektare, dan menyebabkan 900 kepala keluarga terdampak. 

Pemkab Probolinggo mengucapkan terima kasih atas kepedulian Gubernur Jatim yang sudah membantu pintu air. Proyek itu mengurangi  penderitaan warga yang selama ini aktivitasnya terganggu, baik pekerjaannya sebagai nelayan maupun aktivitas sehari-hari. 

"Banjir rob selain mengganggu, juga menimbulkan penyakit dari sampah yang dibawa banjir rob," kata Ugas. 

Menurut Ugas, pihaknya bakal merawat bangunan tersebut setelah selesai. Sebab, sekuat apapun pengendali banjir rob tidak akan bertahan sangat lama. 

"Kalau ada anggaran pemeliharaan, kami jaga dan rawat bangunan tersebut," tandas Ugas. 

Desa Kalibuntu merupakan desa pesisir pantai. Memiliki luas wilayah sekitar 100 hektare, desa ini memiliki penduduk sebanyak 7.000 orang lebih. 

Selesai 25 Desember 
Prosesi ground breaking ditandai dengan penekanan sirine dan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan oleh Gubernur Khofifah didampingi Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto, Kepala Dinas PU-SDA Provinsi Jatim Baju Trihaksoro dan Forkopimda  Kabupaten Probolinggo.

Gubernur Khofifah mengatakan, proyek bangunan pengendalian banjir ini ditargetkan selesai pada akhir Desember mendatang. Bangunan ini nantinya meliputi pembangunan pintu air selebar 27,6 meter dengan tinggi pondasi 6 meter yang terdiri dari 5 pintu.

Tak hanya itu saja, ada juga perbaikan bangunan tanggul parapet lama sepanjang 342,8 meter dan rencana revertment pasangan batu baru atau tanggul parapet baru sepanjang 261 meter.

“Target selesai pembangunan bisa lebih cepat jika tidak hujan. Mungkin bisa selesai diatas tanggal 20-25 Desember. Dengan catatan tidak ada hujan,” ujarnya.

Gubernur Khofifah menjelaskan kalau bangunan pengendali banjir rob ini sangat penting bagi warga Desa Kalibuntu. Pasalnya, selama 17 tahun ini mereka kerap terdampak banjir akibat pasang air laut atau banjir rob yang masuk melalui muara Sungai Kertosono kemudian ke anak Sungai Kalibuntu.

"Ada tanggal-tanggal tertentu yang seringkali banjir rob melanda. Jika musim kemarau, banjir rob biasanya terjadi siang hari pada tanggal 13-15 dan 28-30 pada tiap bulannya. Sedangkan saat musim penghujan, banjir rob biasanya terjadi pada malam hari pada tanggal perkiraan yang sama dengan musim kemarau,” terang Khofifah.  

Ketika banjir rob melanda, area seluas 39,2 hektare di Desa Kalibuntu tergenang air setinggi 30-50cm. Sebanyak 900 Kepala Keluarga (KK) turut terdampak banjir. Fasilitas umum dan sosial, seperti 3 masjid, 6 mushala, 1 kantor desa, 1 Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan akses jalan juga terdampak  banjir rob ini. 

“Sebetulnya sudah ada bangunan parapet pada lokasi  Sungai Kertosono dan Kalibuntu tetapi kondisinya mengalami kerusakan. Ini akan kita perbaiki sekaligus akan kita bangun tanggul parapet baru,” terang dia.

“Selain itu juga akan diperbaiki pula fasilitas jalan desa sepanjang 148,12 meter,” tambahnya.

Untuk diketahui, nilai proyek pembangunan bangunan pengendali banjir rob serta perbaikan dampak banjir rob di Desa Kalibuntu ini sebesar Rp. 4.008.974.552 yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim.

Di akhir, Gubernur Khofifah berharap bangunan pengendali banjir rob ini dapat selesai sesuai target yang ditentukan. Sehingga keberadaan pintu air tersebut dapat menjawab keresahan masyarakat sekitar atas terjadinya banjir rob.

“Semoga bangunan pengendali banjir di Desa Kalibuntu ini menjadi jawaban dan solusi atas keresahan masyarakat terkait banjir rob yang terjadi hampir tiap bulan. Tapi tidak lupa kita juga tetap harus melakukan upaya preventif dan mitigasi dalam menghadapi bencana yang terjadi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalibuntu, Hoirul Anam mengatakan, pembangunan proyek ini sebagai wujud doa yang didengar oleh pemerintah. Masyarakat merasa diperhatikan dengan adanya proyek bangunan pengendali banjir rob ini.

“Atas perhatian khusus dari Ibu Gubernur, Alhamdulillah akan dibangun pintu air sebagai pengendalian banjir rob. Insya Allah jika pembangunan ini selesai, maka penderitaan masyarakat Desa Kalibuntu soal banjir rob akan berakhir pula,” katanya.

Mewakili masyarakat, Hoirul Anam menyampaikan pula rasa terima kasihnya atas perhatian Gubernur Khofifah dalam mengatasi permasalahan banjir rob yang ada di Desa Kalibuntu.

“Matur nuwun Ibu Gubernur, kami sangat berterima kasih karena keinginan kami yakni pembangunan tidak hanya berfokus di kota-kota besar saja kini telah tercapai. Mudah-mudahan ini menjadi era baru bagi masyarakat Desa Kalibuntu,” pungkasnya. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *