PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo yang berasal dari Fraksi Nasdem Andi Suryanto Wibowo memberikan sejumlah jawaban terkait masalah pupuk yang dikeluhkan oleh warga.
Hal itu dia ungkapkan saat menggelar reses di Desa Banyuanyar Lor, Kecamatan Banyuanyar, Sabtu (21/10/2023). Reses dihadiri puluhan warga.
Andi, sapaan ketua DPRD, memulai pembahasan dari kelangkaan pupuk khususnya yang bersubsidi.
Menurut Andi, pertama, bahan baku pupuk berasal dari dua negara yang kini tengah berseteru, yakni Rusia dan Ukraina. Sehingga, produksi pupuk pun mulai berkurang.
Selanjutnya, banyak masyarakat yang sudah enggan bertani dan menyewakan tanahnya karena biaya yang dikeluarkan petani begitu besar dan terlalu sering merugi.
"Akhirnya tanahnya disewakan. Sedangkan pemilik tanah tersebut mempunyai jatah pupuk subsidi, sementara penyewa tidak punya jatah pupuk subsidi. Jatah pupuk subsidi itu pun diambil oleh pemilik tanah dan dijual kembali dengan harga yang lebih mahal," terang Andi.
Di sisi lain, di dalam kios juga terdapat pupuk subsidi yang tidak ditebus oleh pemiliknya. Akhirnya jatah itu dijual kembali oleh kios dan ditawarkan ke petani lain.
Andi menyebut, untuk mengatasi itu, pemerintah sudah mengadakan Satgas yang mengawasi peredaran pupuk di Kabupaten Probolinggo.
Meski demikian, menurut Andi, kinerja Satgas pupuk masih perlu ditingkatkan lagi karena masih banyak keluhan dari masyarakat tentang kelangkaan pupuk subsidi.
“Satgas perlu memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi maupun non-subsidi. Selain itu, peredarannya juga perlu diawasi sehingga penerima pupuk subsidi tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan di Kabupaten Probolinggo,” tutur Andi. ig/**/fa












