Ada 15 ribu Penyandang Disabilitas di Kota Malang, Dinas Sosial Fokus Pemberdayaan Ekonomi

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito.

MALANG, BERITAKATA.id – Dinas Sosial (Dinsos) P3AP2KB tengah fokus melakukan pemberdayaan ekonomi bagi para penyandang disabilitas di Kota Malang, Jawa Timur. Tujuannya, untuk meningkatkan inklusifitas dalam kemandirian ekonomi.

Kepala Dinsos P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito mengatakan, ada sejumlah 15 ribu penyandang disabilitas di Kota Malang. Mereka diantaranya seperti tunarungu, tunadaksa dan lainnya.

Sedangkan, jumlah penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian pemerintah sekitar 7 ribu orang.

“Khususnya yang terlantar dan yang di luar panti. Karena kalau yang di dalam panti itu biasanya kan memang sudah ada program-program dari panti itu. Kisaran sekitar 7 ribuan,” kata Donny, Jumat (6/12/2024).

Pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos), Dinsos Jawa Timur dan perangkat daerah di Pemkot Malang untuk memberikan bantuan. Diantaranya, seperti permodalan usaha, pelatihan dan alat-alat kewirausahaan.

“Misalnya untuk alat-alatnya dari Kementerian Sosial, berarti nanti untuk bantuan modalnya dari provinsi. Kemudian untuk pelatihannya dari kami kota,” katanya.

Pihaknya juga tengah mengupayakan adanya pembaharuan pada Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang Nomor 2 Tahun 2024 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas guna memudahkan dalam pengembangan kewirausahaan.

“Kebetulan ini kan kami juga lagi memperbaiki perda disabilitas. Salah satunya mereka untuk berwirausaha. Jadi mereka kan biasanya punya rintisan usaha, kemudian untuk membuat aplikasi dan lain sebagainya itu mereka kesulitan,” katanya.

Donny menyampaikan, selain pemberdayaan ekonomi, pihaknya melalui Forum Keluarga Disabilitas (FKD) di tingkat kecamatan juga memberikan edukasi terhadap para keluarga yang memiliki anggota keluarga disabilitas.

“Karena sebagian juga masih banyak di Kota Malang ini, keluarga-keluarga disabilitas yang masih menutup diri. Sehingga di FKD itu, di masing-masing kecamatan, harapan kami bisa memberikan edukasi kepada keluarga-keluarga disabilitas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *