Pasangan Ini Menang Pilbup Probolinggo 2024, Jumlah Pencoblos 71,96 %

Ketua Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Kabupaten Probolinggo Bayu Rizky Pramudya Ershandi.

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pasangan calon nomor urut 02, M. Haris-Fahmi AHZ, berhasil meraih kemenangan dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo yang digelar pada 27 November 2024, dengan perolehan suara sebanyak 80,6% atau setara dengan 492.212 suara. Sementara itu, pasangan nomor urut 01, Zulmi Noor Hasani-Abd. Rasit, hanya mendapatkan 19,4% suara atau sebanyak 118.827 suara.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Aliwafa, mengungkapkan bahwa total suara sah yang tercatat dalam rekapitulasi mencapai 611.039 dari total kehadiran pemilih sebanyak 627.691, dengan suara tidak sah sebanyak 16.652. Proses rekapitulasi tingkat kecamatan berlangsung dari Selasa (3/12/2024) hingga Rabu (4/12/2024).

“Dari jumlah total suara tersebut, pasangan Gus Haris dan Lora Fahmi unggul di seluruh kecamatan, yakni di 24 kecamatan,” katanya.

Aliwafa menambahkan bahwa perbedaan data antara Bawaslu dan KPU mengenai Daftar Pemilih Tetap (DPT), DPTb, dan DPK tidak berdampak pada hasil akhir perolehan suara.

“Semua perbaikan sudah dilakukan dan dituangkan dalam kejadian khusus, namun perolehan surat suara tetap sama dan tidak ada perbedaan,” jelasnya.

Sebagai respons hasil rekapitulasi di seluruh kecamatan, Gus Haris menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Probolinggo.

“Ini adalah kemenangan bersama. Kami berkomitmen untuk bekerja keras memenuhi harapan masyarakat demi Probolinggo yang lebih baik dan maju,” ujarnya.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat, Bayu Rizky Pramudya Ershandi, mencatat bahwa tingkat kehadiran masyarakat dalam Pilkada kali ini mencapai 71,96%, sementara 28,04% tidak hadir.

“Tingkat partisipasi masyarakat kali ini lebih rendah sebesar satu persen dibandingkan dengan Pilkada 2018,” kata Bayu, Kamis (5/12/2024) malam.

Bayu menjelaskan, beberapa faktor yang berkontribusi terhadap rendahnya tingkat partisipasi rakyat dalam Pilkada Kabupaten Probolinggo 2024, yakni kondisi cuaca buruk, dengan hujan yang mengguyur sejak pagi hingga sore hari.

Faktor geografis, di mana keberadaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) belum dapat diakses dengan mudah oleh seluruh warga, terutama di wilayah pegunungan Kabupaten Probolinggo seperti Lumbang, Tiris, Sumber, dan Kuripan.

“Banyak warga Kabupaten Probolinggo yang bekerja di luar kota, seperti Surabaya, Bali, dan Jakarta, sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya,” pungkas Bayu. ig/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *