PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Disdikbud Kota Probolinggo membuka jalur afirmasi P2DB untuk anak kurang mampu agar bisa melanjutkan sekolah.
Ratusan anak di Kota Probolinggo tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi tingkat SMP tahun 2024. Pengumuman ini keluar pada Senin (8/7/2024).
Saat ini, tersisa sekitar 200 kursi di seluruh SMP Negeri Kota Probolinggo yang akan dikhususkan untuk jalur afirmasi.
Jalur ini memang disediakan khusus bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Posko PPDB jalur afirmasi ditempatkan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendik) Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Siti Romlah, menjelaskan bahwa kuota kursi PPDB jalur zonasi di Kota Probolinggo telah terpenuhi 100 persen di semua SMP negeri.
"Dalam PPDB ini, ada pendaftar jalur afirmasi dan ABK. Kami meneliti kembali jalur ini dan menemukan bahwa pagu sejumlah SMP negeri untuk jalur afirmasi belum terpenuhi," ujar Romlah, Selasa (9/7/2024).
Menurut Romlah, sesuai peraturan wali kota, sekolah harus menerima siswa dari jalur afirmasi minimal 15 persen dan maksimal 20 persen. Hal ini juga diatur dalam Permendikbud.
Setelah melakukan analisis, ditemukan bahwa ada 239 anak afirmasi di Kota Probolinggo yang belum mendaftar sekolah negeri.
"Kami mengakomodir anak-anak tersebut untuk diterima di sekolah negeri melalui jalur afirmasi. Sekitar 239 anak afirmasi yang tidak diterima di jalur apapun bisa mendapat kesempatan untuk mendaftar kembali," tambahnya.
Romlah menekankan pentingnya prioritas bagi anak-anak afirmasi agar mereka tidak putus sekolah.
"Besok ada pagu sekitar 200 kursi yang akan dilepas khusus untuk anak afirmasi. Pagu afirmasi yang tersisa kami kembalikan dan prioritaskan untuk anak afirmasi agar mereka tidak putus sekolah," tutupnya.
Di sisi lain, ternyata ada sejumlah calon siswa SMP yang masih bingung karena belum mendaftarkan diri ke SMP, baik karena ketidaktahuan maupun keterbatasan akses informasi.
Salah satu siswa yang menghadapi kendala tersebut adalah Mochammad Rizki, lulusan SDN Kebonsari Kulon 3 yang tidak mengetahui tentang jalur afirmasi dan cara mendaftar ke SMP negeri.
Dengan bantuan RT-nya, Nur Yuanita, Rizki akhirnya diarahkan ke posko PPDB Dispendik Kota Probolinggo.
Terbukti, banyak anak afirmasi yang merasa putus asa karena tidak bisa mendaftar di sekolah negeri, sehingga upaya yang dilakukan Dispendik Kota Probolinggo diharapkan dapat memberikan mereka kesempatan yang layak untuk melanjutkan pendidikan.
Dengan adanya jalur afirmasi yang dibuka kembali, diharapkan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa ada yang putus sekolah. ig/fat












