Rengginang dan Sinom Premium dari Kebonagung yang Patut Dicoba

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Dua wanita inspiratif dari Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, berhasil membuktikan bahwa usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) mampu memberikan dampak besar bagi perekonomian masyarakat setempat. 

Mereka adalah Vivin Purwanti dan Lilis Sundari yang telah mengembangkan usaha rumahan dengan produk-produk khasnya yang semakin dikenal luas hingga luar daerah.

Selain itu, usaha keduanya sudah berizin dan memiliki sertifikat halal.

Vivin Purwanti, yang tinggal di Dusun Pengadangan RT 001/RW 003, memulai usaha rumahannya sejak tahun 2007 dengan nama “Raffi Barokah”. 

“Produk utama yang saya produksi adalah rengginang dengan berbagai varian rasa, selain itu juga stik kelor, kue basah dan katering,” kata Vivin, Jumat (5/7/2024). 

Ide untuk memproduksi rengginang muncul setelah ia mendapatkan binaan dari program CSR salah satu perusahaan di Kabupaten Probolinggo. 

Berbekal dari hasil binaan tersebut, Vivin melihat potensi rengginang sebagai produk unggulan dari Desa Kebonagung.

Setiap hari, Vivin mampu memproduksi hingga 25 kg rengginang yang dipasarkan tidak hanya di daerah setempat, tetapi juga ke luar daerah. 

Produk Raffi Barokah juga dipasarkan melalui tiga toko yang telah bermitra dengannya dengan sistem pembayaran cash. 

Selain menjual rengginang mentah, Vivin juga menyediakan rengginang siap makan dengan kemasan yang menarik. 

Pemasaran secara online juga dilakukan, sehingga ia pernah menerima pesanan hingga 2 ton dalam satu bulan. 

Dengan omzet mencapai Rp 5 juta per bulan, usaha Vivin mampu menyerap lima tenaga kerja dari masyarakat sekitar. 

Vivin berharap, produk rengginangnya bisa semakin dikenal luas dan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat. 

"Saya ingin produk ini bisa lebih terkenal dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar," ujarnya.

Rengginang Raffi Barokah renyah dan gurih. Sehingga menjadikannya rengginang premium. 

Sementara itu, Lilis Sundari dari Dusun Krajan RT 002/RW 003 juga mengembangkan usaha minuman kunyit asam atau sinom sejak tahun 2021. 

“Dalam sehari, saya mampu memproduksi 30 hingga 100 botol sinom yang dipasarkan melalui sejumlah toko dan juga menerima pesanan melalui WhatsApp,” ujar Lis, sapaannya.

Usaha yang awalnya hanya coba-coba ini ternyata mendapat respons positif dari konsumen, sehingga Lilis memutuskan untuk fokus mengembangkannya. 

Dari usaha ini, Lilis berhasil meraup keuntungan bersih sekitar Rp 1,2 juta per bulan.

Lilis berharap usahanya bisa terus maju dan sukses. 

"Semoga usaha ini bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak orang," harapnya. 

Minuman sinom Kunyit Asam Bu Lis rasanya segar dan nikmat, dan yang paling penting menyehatkan. ig/fat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *