PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Plt Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Probolinggo, Susilo Isnadi mengungkapkan bahwa ketersediaan stok susu saat ini berada dalam kondisi baik.
"Produksi susu harian di KUD Argopuro Kecamatan Krucil mencapai sekitar 24.000 – 25.000 liter, Kelompok Puringsari Kecamatan Sukapura menghasilkan sekitar 1.000 – 1.600 liter, dan KJU Langgeng Basuki Kecamatan Lumbang memproduksi sekitar 300 – 1.000 liter," jelas Susilo, Sabtu (296/2024).
Meski demikian, terdapat beberapa kendala dalam distribusi susu di wilayah ini.
"Topografi pegunungan, khususnya di Kecamatan Krucil, rentan terhadap tanah longsor bila hujan. Selain itu, sering terjadi pemadaman listrik yang juga menjadi hambatan," tambah Susilo.
Untuk mengatasi masalah kekurangan stok susu, pemerintah daerah telah merencanakan penambahan populasi sapi perah dan regenerasi ternak.
"Sampai saat ini, stok susu mencukupi. Namun, jika terjadi kekurangan, penambahan populasi sapi perah dan regenerasi ternak akan menjadi solusi," ujar Susilo.
Lebih lanjut, Susilo menjelaskan berbagai program pemerintah yang mendukung peternak sapi perah dalam meningkatkan produksi susu.
Program pemerintah dalam mendukung peternak sapi perah dan peningkatan produksi susu di Kabupaten Probolinggo mencakup berbagai inisiatif.
Di antaranya adalah Program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang berlangsung hingga sekitar tahun 2021, terdiri dari kegiatan Inseminasi Buatan (IB), Pemeriksaan Kebuntingan (PKB), dan kelahiran.
Selanjutnya, program Sikomandan (Sapi, Kerbau Komoditas Andalan Negeri) berlangsung dari tahun 2021 hingga 2023 dengan kegiatan utama IB dan kelahiran.
Saat ini, fokusnya adalah pada optimalisasi reproduksi melalui kegiatan IB, serta penanganan gangguan reproduksi untuk mengetahui kesehatan reproduksi ternak.
Selain itu, ada Program Uji Zuriat sapi perah yang bertujuan menghasilkan pejantan unggul sapi perah FH, guna meningkatkan mutu genetik sapi perah FH melalui produksi dan kualitas susu.
Terkait kualitas susu yang tersedia di pasaran, Susilo memastikan tidak ada keluhan dari konsumen.
Menurutnya, kualitas susu yang ada di pasaran tetap terjaga. Pihaknya hanya perlu menertibkan pengepul dan pengecer susu untuk memastikan kualitas dan harga susu bisa diseragamkan. ig/fat












