Begini Cara Pemkab Probolinggo Tangani Kemiskinan 2024

PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pj Bupati Probolinggo, Ugas Irwanto, menegaskan dalam menanggulangi kemiskinan pada tahun 2024, Pemkab Probolinggo menggunakan cara dengan menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

"Cara kami menanggulangi kemiskinan pada tahun 2024 yaitu menurunkan kemiskinan dan meninggalkan kualitas SDM dalam suasana masyarakat yang harmonis, setara, aman dan tentram," kata Pj Bupati Senin (11/12/2023). 

Sebelumnya Pj Bupati menggunakan jargon Bus Patas dalam menangani kemiskinan ekstrem. Cara ini dikolaborasikan dengan Bus Patas yang fokus pada kemiskinan ekstrem, stunting dan masalah pendidikan. 

Pj Bupati menambahkan, penanggulangan ini berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2023 tentang Rencana Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Probolinggo 2024, tema pembangunan Kabupaten Probolinggo 2004 yaitu menurunkan kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM. 

Kebijakan itu ditempuh dengan menetapkan prioritas pembangunan daerah, yaitu mengurangi angka kemiskinan dan kesenjangan, memperkuat layanan infrastruktur berkelanjutan, pengurangan kawasan pemukiman kumuh, pemerataan akses terhadap sanitasi dan air bersih. 

"Lalu memperkuat ketahanan ekonomi, peningkatan angka rata-rata lama sekolah, penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi dan balita stunting, penguatan pengarustutamaan gender dalam pembangunan serta meningkatkan ketahanan daerah," jelas Ugas. 

Arah penanggulangan kemiskinan yang menjadi program prioritas tersebut ditegaskan Ugas dalam rakor tim koordinasi penanggulangan kemiskinan di Malang akhir pekan lalu. Rakor ini dihadiri 17 OPD dan 1 Puskesmas, semuanya merupakan pengampu penanggulangan kemiskinan. 

Berdasarkan hasil Susenas bulan Maret 2023, angka kemiskinan reguler di Kabupaten Probolinggo mengalami kenaikan 0,07 % atau bertambah 1.790 jiwa dibanding tahun 2022.

“Artinya, tahun 2022 angka kemiskinan sebesar 17,12% menjadi 17,19% di tahun 2023. Tahun 2022 jumlah penduduk miskin 2022 sejumlah 203.230 jiwa menjadi 205.020 jiwa. Kondisi ini menempatkan posisi Kabupaten Probolinggo menempati urutan nomor 4 terbesar se-Jawa Timur, dibawah Sumenep (18,7%), Bangkalan (19.35%) dan Sampang (21,76%),” ujar Ugas. 

Data kemiskinan ekstrem tahun 2022 sebesar 13,18% atau sejumlah 37.740 orang dan menempati urutan 5 terbesar se-Jawa Timur, dibawah Bangkalan (3,81%), Lamongan (4,61%), Tuban (5,16%) dan Sumenep (6,41%). Target nasional 2024 kemiskinan ekstrem 0%.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren naik sejak pasca Covid-19 di tahun 2021 mencapai 3,35% dan tahun 2022 mencapai 4,52%. Walaupun masih di bawah provinsi (5,34%) dan nasional (5,11%),” tegasnya. ig/**/fa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *