PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Pj Bupati Probolinggo Ugas Irwanto bangga kepada pengusaha di Kabupaten Probolinggo yang berhasil mengekspor 60 ton tepung porang ke Cina.
“Ini luar biasa, kami bangga dan memberikan apresiasi kepada perusahaan di Kecamatan Pajarakan tersebut. Ekspor ini mencetak sejarah,” kata Ugas Minggu (26/11/2023).
Di negara tujuan ekspor, komoditas tepung porang tersebut banyak digunakan pada industri makanan, kesehatan, dan kecantikan.
Ugas menambahkan, kebutuhan tepung porang di luar negeri semakin hari terus meningkat. Kondisi itu bisa dimanfaatkan oleh perusahaan tepung porang tersebut untuk meningkatkan produksinya dan terus merekrut tenaga kerja dari warga sekitar perusahaan.
Pemkab Probolinggo, kata Ugas, siap memberikan dukungan kepada perusahaan tersebut untuk meningkatkan kualitas ekspor.
“Ekspor tepung Porang ke Cina itu merupakan pencapaian yang luar biasa dari perusahaan tersebut. Semoga prestasi ekspor ini bisa memacu semangat para pengusaha lainnya di Kabupaten Probolinggo,” ujar Ugas.
Ugas menegaskan bahwa pihaknya mendukung perusahaan agar terus berkembang di Kabupaten Probolinggo. Sebab hal itu akan berdampak kepada ekonomi warga sekitar dan kemajuan daerah.
Pihaknya juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang akan membuka perusahaan ataupun lapangan kerja di Kabupaten Probolinggo.
“Sekali lagi, kami bangga memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada pihak perusahaan tepung porang tersebut. Semoga ke depan perusahaannya semakin berkembang dan maju,” tandas Ugas.
Ekspor 60 Ton Tepung Porang
Diketahui, Kabupaten Probolinggo melalui PT Probolinggo Big Power yang berada di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan resmi melepas ekspor perdana konjac powder atau tepung porang sebanyak 60 ton dengan tujuan Tiongkok pada Selasa (21/11/2023) lalu.
Pelepasan ekspor perdana tepung porang ini dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan instansi terkait yang juga mendukung untuk pertumbuhan industri di wilayah Kabupaten Probolinggo,” terang Direktur PT Probolinggo Big Power Nursiyah Amirudin.
Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan perkembangan porang dimulai sekitar tahun 2008 ketika dirinya menjabat sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Probolinggo.
“Saat itu kami ada program diversifikasi tanaman pangan non beras. Oleh karena itu kami memanfaatkan areal-areal tegakan di bawah hutan milik Perhutani. Jadi kami bekerja sama untuk memanfaatkan lahan yang ada di bawah tegakan,” katanya.
Menurut Hasyim, awalnya pihaknya ingin menanam jagung dan gandum. Namun akhirnya memiliki untuk mengembangkan tanaman porang. Dimana saat itu harganya masih Rp 200 per kilogram. Meskipun demikian, harga tersebut sudah bersaing dengan harga ketela pohon. Saat ini perkembangan tanaman porang sangat luar biasa sekali.
“Harapannya perkembangan tanaman porang yang sekarang bisa sampai ekspor ke Tiongkok ini mampu menumbuhkan perekonomian masyarakat sehingga angka kemiskinan dan pengangguran yang ada di Kabupaten Probolinggo turun,” jelasnya.
Hasyim sangat berharap agar harga jual porang di tingkat petani meningkat. Sebab menanam tanaman porang ini sangat mudah sekali, cukup ditabur benihnya dan dibiarkan selama 2 tahun. Namun ketika berusia 5 tahun tanaman ini harus dijaga kalau tidak ingin dipanen orang. Hal ini menandakan bahwa tanaman ini sudah mempunyai nilai ekonomis tinggi.
“Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT Probolinggo Big Power yang telah mengembangkan tanaman porang ini hingga bisa ekspor ke Tiongkok. Mudah-mudahan ke depan tidak hanya Tiongkok saja tetapi ke seluruh dunia. Sehingga ujungnya terjadi peningkatan ekonomi masyarakat yang mampu mengurangi angka pengangguran dan menurunkan kemiskinan di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Sedangkan Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat Manaor Panggabean memberikan apresiasi kepada setiap upaya untuk meningkatkan kegiatan keekonomian di level bawah. Kalau melihat sejarahnya, tahun 2008 perkembangan tanaman porang sudah dimulai. ig/**/fa












