PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris (Gus Haris) memberikan peringatan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo untuk bijak bermedia sosial.
Peringatan tersebut buntut viralnya video dua oknum Satpol PP yang mengeluhkan tugas pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di kantor DPRD Kabupaten Probolinggo.
Dalam video yang beredar, seorang petugas pria berbicara dengan bahasa Madura yang intinya mengeluhkan pengamanan demo. “Demo apa lagi, kok demo terus. Enak-enak tidur disuruh pengamanan,” ujarnya, yang ditimpali petugas wanita.
Menanggapi hal itu, Bupati Gus Haris menegaskan setiap ucapan, unggahan, maupun tindakan ASN di ruang digital harus dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan kegaduhan yang berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Jangan sampai satu ucapan, satu unggahan, atau satu tindakan yang tidak terukur justru melahirkan kegaduhan yang tidak perlu dan mencederai kepercayaan masyarakat,” tegas Gus Haris, Minggu (25/10/2026).
Bupati menilai ASN memiliki tanggung jawab moral dan etika yang melekat pada jabatan sebagai pelayan publik. Perilaku setiap aparatur mencerminkan kehormatan institusi dan citra Pemerintah Kabupaten Probolinggo.
Gus Haris mengingatkan bahwa kritik, aspirasi, hingga aksi demonstrasi merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa dan proporsional, bukan dengan emosi.
Bupati menegaskan setiap pelanggaran etika dan disiplin ASN akan dievaluasi serta ditindak sesuai ketentuan peraturan yang berlaku tanpa pengecualian.
“Profesionalisme aparatur tidak hanya diukur dari pelaksanaan tugas administratif, tetapi juga dari kemampuan menjaga integritas, etika, serta kepercayaan publik,” pungkasnya. ig/fa












