PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Probolinggo kembali menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan ke-60 selama dua hari di Paiton Operation House (POH) milik Paiton Energy dan POMI, Jalan Raya Paiton, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (23/10/2026).
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto, perwakilan POMI Paiton, serta perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota dan Kabupaten Probolinggo.
Ketua PWI Probolinggo Raya Babul Arifandi mengatakan, organisasinya kembali aktif sekitar tujuh tahun lalu. Sejak itu, PWI Probolinggo Raya telah tiga kali menyelenggarakan UKW sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan.
“UKW ini menjadi identitas bagi seorang profesional. Sudah sepantasnya seorang wartawan memiliki SIM untuk menjalankan profesinya dalam menyebarkan informasi yang valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Dari sekitar 40 anggota PWI Probolinggo Raya, sebanyak 24 wartawan mengikuti UKW kali ini. Rinciannya, enam peserta jenjang muda, 12 peserta jenjang madya, dan enam peserta jenjang utama. Sejumlah peserta juga mengikuti peningkatan jenjang dari muda ke madya maupun madya ke utama.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Probolinggo Lucia Aries Yulianti mengapresiasi upaya PWI Probolinggo Raya meningkatkan profesionalisme insan pers melalui UKW.
“Profesionalisme dan integritas merupakan bagian dari tugas serta tanggung jawab kita bersama. Wartawan diharapkan senantiasa berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan menjalankan fungsi pers sebagai penyampai informasi sekaligus kontrol sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
Asisten Administrasi Umum Sekretariat Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menilai UKW tidak hanya meningkatkan kapasitas wartawan, tetapi juga memperkuat integritas dan pemahaman terhadap etika jurnalistik. Ia menyebut pers sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjembatani komunikasi dengan masyarakat.
Ketua PWI Jawa Timur Lutfi Hakim menambahkan, pelaksanaan UKW oleh PWI Probolinggo Raya menunjukkan posisi strategis pers dalam mendukung pembangunan dan kehidupan demokrasi di daerah.
“Sertifikasi memang menjadi salah satu tolok ukur untuk mengetahui apakah seorang wartawan telah memenuhi standar kompetensi. Akan tetapi, yang lebih penting adalah implementasi dari kemampuan tersebut,” katanya. ig/fa












