Peringati Hari Jantung Sedunia 2026, PERKI Malang Luncurkan Ambulans Khusus

Ketua PERKI Cabang Malang, Prof. dr. M. Saifur Rohman, SpJP, Subsp. K.L (K), PhD menjelaskan terkait ambulans khusus kepada Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dan pejabat lainnya.

MALANG, BERITAKATA.id – Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Malang meluncurkan ambulans kegawatdaruratan jantung bertepatan dengan puncak peringatan World Heart Day atau Hari Jantung Sedunia pada Minggu (27/9/2026). Peluncuran ini menjadi langkah konkret untuk merespon tingginya ancaman penyakit kardiovaskular yang membayangi warga di wilayah Malang Raya.

Ketua PERKI Cabang Malang, Prof. dr. M. Saifur Rohman, SpJP, Subsp. K.L (K), PhD, mengungkapkan temuan data yang mengkhawatirkan terkait potensi penderita penyakit jantung di masa depan. Berdasarkan survei bersama Manchester University yang melibatkan 20.000 sampel sejak tahun 2012, ditemukan bahwa sekitar 30 persen populasi dewasa di wilayah Kabupaten Malang berisiko tinggi terkena penyakit mematikan tersebut.

“Data kami melahirkan sebuah data yang mencengangkan, 30 persen dari pasien dewasa di Kabupaten Malang diperkirakan akan menderita penyakit jantung dan pembuluh darah dalam 10 tahun yang akan datang. Artinya, satu di antara tiga masyarakat di Kabupaten Malang akan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke, kalau dalam kondisi sekarang ini kita tidak berbuat,” tegas Prof. Saifur pada Minggu (27/9/2026).

Tingginya ancaman ini didorong oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan asin yang memicu hipertensi, tingginya angka penderita diabetes, dan konsumsi rokok. Prof. Saifur menyoroti tren pergeseran penderita serangan jantung yang kini semakin banyak menyerang kelompok usia muda, yakni di rentang usia 20 hingga 22 tahun. Menurutnya, kombinasi antara riwayat genetik dari orang tua dan kebiasaan merokok menjadi pemicu utama serangan jantung pada usia produktif.

Untuk menekan angka kematian, khususnya pada fase sebelum tiba di rumah sakit (pre-hospital), PERKI Malang berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang dan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) menghadirkan ambulans khusus. Ambulans ini dirancang bukan sekadar untuk transportasi, melainkan telah dilengkapi alat monitor dan ventilator untuk menangani pasien gagal napas secara langsung di lokasi kejadian.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyambut baik peluncuran ambulans tersebut. Ia menekankan bahwa penanganan pertama sangat krusial, mengingat banyak pasien serangan jantung yang nyawanya tidak tertolong saat berada di perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

“Ini adalah kerja sama yang baik antara PERKI dengan pemerintah daerah. Tentu kami mengharapkan ada penurunan terkait dengan penyakit jantung ataupun juga kematian yang disebabkan oleh jantung. Dan ini adalah sejalan dengan visi-misi saya dengan Mas Wakil Wali Kota, dengan ‘Ngalam Tahes’, kami ingin meningkatkan kualitas kesehatan, derajat kesehatan yang ada di Kota Malang,” ungkap Wahyu.

Wahyu juga berharap ketersediaan sarana yang lengkap ini diimbangi dengan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Terkait hal ini, PERKI Cabang Malang bersama FKUB berkomitmen mendukung penuh operasional ambulans melalui pengerahan tenaga medis dari Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Emergensi.

Pelayanan ambulans ini juga terintegrasi secara digital melalui aplikasi Detak C dan jejaring Puskesmas di seluruh Malang Raya yang telah dibekali alat Elektrokardiogram atau EKG. Jika masyarakat mengalami gejala nyeri dada, mereka dapat melapor via aplikasi dan langsung diarahkan menuju rumah sakit terdekat yang memiliki fasilitas Cath Lab. Sistem rujukan cepat ini memungkinkan pasien langsung mendapat penanganan tanpa harus melewati antrean Instalasi Gawat Darurat (IGD), sehingga mampu menghemat waktu emas atau golden hour hingga satu jam.

Seluruh rangkaian penguatan sistem kegawatdaruratan ini sejalan dengan tema World Heart Day 2026, yakni Don’t Miss a Beat. Tema ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk cepat mengenali gejala dan tidak terlambat satu detik pun dalam mengambil tindakan pertolongan. (NP/FAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *