Wisata  

Aremania Utas Sayangkan Perubahan Mural Malang The Glory Land, Panitia Festival Mbois 11 Cat Tembok Jadi Biru

Panitia Festival Mbois 11 mengecat tulisan Malang Menyala Bersama menjadi warna biru.

MALANG, BERITAKATA.id – Aremania Utas menyayangkan perubahan mural bertuliskan Malang The Glory Land di Jalan Arif Rahman Hakim, Kota Malang, Jawa Timur, yang diubah sepihak oleh panitia Festival Mbois 11 menjadi tulisan Malang Menyala Bersama. Perubahan tulisan mural tersebut sempat menjadi polemik di media sosial.

Berdasarkan pemantauan di lokasi pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB, inisiator Festival Mbois 11, Dadik Wahyu, bersama beberapa orang lainnya terlihat mengecat tembok tersebut dengan cat berwarna biru. Pengecatan ini dilakukan untuk menutup tulisan Malang Menyala Bersama setelah berkoordinasi dengan Aremania Utas.

Humas Aremania Utas, Dedi Arisandi yang akrab disapa Pak Wo, menjelaskan bahwa pihaknya menyesalkan tindakan penggantian tulisan tersebut karena dilakukan tanpa persetujuan pembuat awal.

“Kami sangat menyayangkan apa yang telah dilakukan oleh kawan-kawan panitia karena tidak ada klarifikasi ataupun pemberitahuan kepada pihak yang menginisiasi atau yang membuat tulisan (Malang The Glory Land) di tembok ini,” ujar Pak Wo di lokasi kejadian, Kamis (20/8/2026).

Pak Wo menyampaikan bahwa kehadiran pengurus Aremania Utas di lokasi bertujuan untuk menjadi penengah guna mencegah konflik yang lebih luas di kalangan suporter.

“Perlu disadari kami di sini hanya sebagai penengah atau mediator supaya permasalahan ini tidak berlarut-larut, menjadi permasalahan berikutnya, atau memicu tindakan-tindakan yang tidak diinginkan,” katanya.

Mengenai langkah penutupan tulisan Malang Menyala Bersama menggunakan cat biru, Pak Wo menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kesepakatan sementara. Diketahui, pergantian tulisan Malang The Glory Land menjadi Malang Menyala Bersama dilakukan pada Rabu (19/8/2026).

“Sementara ini dari panitia mohon izin untuk diblok dulu, dan kami sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan. Kami persilakan untuk diblok dulu agar tulisan yang tidak elok itu tidak terlihat lagi,” terang Pak Wo.

Tulisan Malang The Glory Land diketahui memiliki nilai historis bagi Aremania karena berkaitan dengan lagu kebanggaan (anthem) suporter. Konsep tulisan tersebut digagas sejak tahun 2016 oleh sosok penggagas yang saat ini telah meninggal dunia.

Aremania Utas menuntut panitia Festival Mbois 11 untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan bertanggung jawab atas perubahan karya tersebut.

“Harus legowo meminta maaf ataupun bertanggung jawab, baik itu berupa pengecatan ulang ataupun memenuhi apa yang diminta oleh rekan-rekan pemilik tulisan ini. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab,” kata Pak Wo.

Selanjutnya, pihak Aremania Utas berencana melakukan koordinasi internal untuk menentukan langkah selanjutnya penanganan mural tersebut. (NP/ FAS)

Reporter: Nugraha Perdana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *