MALANG, BERITAKATA.id – Minat masyarakat dan wisatawan untuk menikmati layanan bus Malang City Tour (Macito) mengalami peningkatan drastis pada masa libur sekolah. Meski animo sangat tinggi, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang tidak mengoperasikan seluruh armadanya secara bersamaan guna menjaga efisiensi anggaran operasional dan jadwal pemeliharaan rutin.
Kepala Disporapar Kota Malang, Baihaqi, S.Pd., S.E., M.Si., CGCAE pada Senin (6/7/2026), mengungkapkan bahwa jumlah penumpang tengah mengalami lonjakan signifikan dibandingkan hari biasa. Setiap bus kini melayani jauh lebih banyak penumpang dalam satu hari operasional.
“Selama libur sekolah ini penumpang yang menaiki bus Macito meningkat drastis, setiap bus dalam sehari bisa melayani lebih dari 100 penumpang. Sedangkan jika tidak musim liburan dalam sehari rata-rata sekitar 70 penumpang,” ungkap Baihaqi.
Ia menambahkan, penumpang pada masa libur sekolah ini didominasi oleh wisatawan dari luar daerah seperti Surabaya, Bandung, Blitar, dan Kediri.
Meski permintaan terus meningkat, operasional bus Macito telah disesuaikan. Baihaqi menyampaikan bahwa pelayanan belum bisa maksimal sepenuhnya sesuai jumlah armada yang tetap. Dari total lima unit bus Macito yang dimiliki, Disporapar hanya mengoperasikan rata-rata dua sampai tiga armada setiap harinya. Sisa armada dilakukan perawatan rutin dan sebagai cadangan apabila terjadi kendala teknis di jalan pada bus yang beroperasi.
“Dari lima yang kita punya ini pasti setiap minggunya kami lakukan pemeliharaan. Jadi, ada yang masuk bengkel. Rata-rata setiap hari ini operasionalnya itu tiga. Jangan sampai nanti di perjalanan terus terjadi kemacetan segala macam. Nah, ini yang kami antisipasi,” jelasnya.
Pembatasan operasional ini juga dipengaruhi oleh kebijakan efisiensi anggaran di tengah melonjaknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Dex yang digunakan bus Macito. Disporapar harus mengatur ritme operasional agar pelayanan kepada masyarakat tetap bisa berjalan secara berkelanjutan dengan anggaran yang ada.
“Pengaruhnya (efisiensi anggaran) sih ada ya, karena kan di samping efisiensi kan ada kenaikan harga BBM untuk Solar dex. Kita kan menggunakan Solar dex. Karena harganya naik, kemudian anggaran kita sangat terbatas, maka harus terus kita lakukan monitoring, jangan sampai kita tidak sama sekali bisa melayani masyarakat,” papar Baihaqi.
Terkait jadwal operasional, layanan bus Macito beroperasi selama enam hari dalam sepekan, dengan hari Jumat ditetapkan sebagai hari libur untuk memberi waktu istirahat bagi pengemudi.
Pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Sabtu, bus Macito melayani lima perjalanan yang dijadwalkan pada pukul 09.00, 10.00, 12.30, 13.30, dan 14.30 WIB. Sementara khusus untuk hari Minggu, layanan beroperasi sebanyak empat trip, dimulai pada pukul 11.00, 12.30, 13.30, dan 14.30 WIB.
Saat ini, masyarakat yang ingin menaiki Macito dapat mendaftar langsung di lokasi keberangkatan. Hal ini dikarenakan sistem pendaftaran online masih dalam proses perbaikan guna memperbarui ketentuan layanan. Perbaikan ini dilakukan merespon banyaknya pendaftar daring yang kerap datang terlambat melebihi 30 menit dari waktu tunggu keberangkatan.
Bagi calon penumpang yang ingin mendaftar langsung, dapat mendatangi Galeri Mbois di Gedung Kartini untuk jadwal keberangkatan hari Senin hingga Sabtu. Sementara untuk jadwal keberangkatan hari Minggu, pendaftaran langsung dilayani di area Tarekot. (NP/ FAS)
Reporter: Nugraha Perdana












