PROBOLINGGO, BERITAKATA.id – Misteri penemuan mayat perempuan di dalam sumur irigasi Dusun Wakaf, Desa Alassumur, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo pada Jumat (3/7/2026) lalu, akhirnya mulai terkuak. Setelah sempat terkendala kondisi jasad yang telah rusak, penyidik berhasil mengidentifikasi korban melalui cincin yang masih melekat di jarinya.
Korban diketahui bernama Siti Munawaroh (24), warga Dusun Raab, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran. Cincin tersebut dikenali keluarga dan menghubungkan penemuan mayat dengan laporan orang hilang yang sebelumnya diterima Polsek Bantaran.
Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan dua tersangka, yakni RF dan HMD, warga Dusun Krajan, Desa Alaskandang, Kecamatan Besuk.
Kapolsek Kraksaan, Kompol Masykur, mengungkapkan, kedua tersangka mengakui telah menjerat korban menggunakan tali sebelum membuang jasadnya ke dalam sumur irigasi.
“Modus pelaku mencari janda melalui media sosial untuk mengambil harta milik korban,” ujar Kompol Masykur.
Penyidik juga mengungkap adanya upaya menghilangkan barang bukti. Berdasarkan pengakuan kedua tersangka, sepeda motor korban dipreteli lalu dibuang ke Sungai Randumerak, sedangkan pakaian korban dibakar di lokasi berbeda.
Sebelum dinyatakan hilang, korban berpamitan kepada keluarganya pada Sabtu (30/5/2026) malam untuk membeli makanan di Kota Probolinggo. Sekitar pukul 21.00 WIB telepon korban masih aktif, namun menjelang pukul 23.00 WIB nomor tersebut sudah tidak dapat dihubungi hingga akhirnya korban tak pernah kembali ke rumah.
Polisi juga mendalami dugaan bahwa korban dan kedua tersangka saling mengenal melalui komunitas pencarian jodoh di aplikasi. Saat ini penyidik masih melengkapi berkas perkara dan mendalami peran masing-masing tersangka dalam kasus tersebut. Selain itu, polisi juga masih menyelidiki adanya dugaan kekerasan seksual terhadap korban. ig/fat












