PROBOLINGGO,BERITAKATA.id – Perbaikan Jembatan Matikan II di jalur nasional Pantura, Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, memicu kemacetan parah sejak dimulai pada 21 Juni lalu.
Kondisi yang diprediksi berlangsung hingga 21 Juli 2026 ini menghambat mobilitas warga, hingga mengganggu operasional layanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Rizani yang berada tepat di sebelah timur jembatan.
Merespons keluhan tersebut, warga bersama Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo mendesak pemerintah untuk membuka sementara Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap I Ruas Gending-Besuki sebagai jalur alternatif pengurai macet.
Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Wahid Nurahman, menyatakan bahwa konstruksi tol sepanjang 49,68 km tersebut sudah rampung 100 persen sejak April 2026 dan kini tengah menjalani Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO).
“Apalagi tol Prosiwangi sudah rampung 100 persen. Pemerintah pasti diapresiasi masyarakat seandainya tol dibuka sementara,” ujar Wahid, Jumat (3/7/2026).
Senada dengan Wahid, Anggota DPRD Kabupaten Probolinggo lainnya, Abdul Basit, meminta para pemangku kebijakan segera mengambil diskresi khusus. Menurutnya, kemacetan di titik vital penghubung Probolinggo-Situbondo ini sudah masuk dalam tahap darurat karena menghambat armada medis.
“Banyak dokter dan ambulans terhambat dan terlambat memberikan pelayanan akibat kemacetan perbaikan jembatan Matikan. Saya meminta stakeholder terkait mengambil diskresi atau kebijakan untuk mengurangi masalah kemacetan ini,” tegas Basit.
Dampak buruk terhadap sektor kesehatan ini dibenarkan oleh Direktur RS Rizani, Mirrah Samiyah. Ia menyebut jarak jembatan yang hanya berkisar 175 meter dari rumah sakit membuat akses keluar-masuk fasilitas kesehatan tersebut terganggu.
“Benar, ini operasional layanan kesehatan sangat terhambat. Baik pasien, dokter, serta petugas kami semuanya, sehingga terjadi keterlambatan layanan,” ungkap Mirrah.
Sementara itu, M. Khairi, warga Kecamatan Kotaanyar, berharap pemerintah bertindak cepat membuka tol secara resmi atau fungsional mengingat kemacetan panjang kini menjadi menu harian warga setempat akibat adanya perbaikan infrastruktur di beberapa titik jalur nasional tersebut.
Diberitakan, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengonfirmasi bahwa proyek Tol Prosiwangi Tahap I memang telah tuntas dikerjakan dan tinggal menunggu hasil ULFO sebelum dapat dioperasikan secara penuh dan resmi oleh pemerintah. ig/fa












