PAMEKASAN, BERITAKATA.id– Upaya menggerakkan ekonomi berbasie masyarakat di Pamekasan mulai menunjukkan arah baru melalui pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, hingga sektor keuangan dalam satu ruang interaksi ekonomi. Pamekasan Economic Fest 2026 menjadi salah satu contoh konkret bagaimana festival daerah dapat bertransformasi menjadi penggerak ekonomi lokal, bukan sekadar agenda hiburan, Selasa (9/6/2026).
Selama sembilan hari pelaksanaan di kawasan Monumen Arek Lancor, kegiatan yang diinisiasi bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pamekasan itu menghadirkan ruang pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan masyarakat. Dampaknya, transaksi ekonomi tercatat bergerak aktif dengan omzet pelaku usaha mencapai jutaan rupiah setiap malam.
Bupati Pamekasan Kholilurrahman menilai pola kolaborasi tersebut menjadi model yang efektif dalam memperkuat ekosistem ekonomi daerah. Menurutnya, sinergi lintas sektor yang terbangun dalam kegiatan ini membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.
Ia menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada program pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk komunitas usaha dan sektor kreatif.
“Event ini benar-benar berhasil menjadi sebuah model kolaborasi bersama-sama, sekaligus sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya saat menutup rangkaian kegiatan.
Lebih jauh, kegiatan tersebut juga menjadi etalase potensi daerah, mulai dari kuliner, seni, budaya, hingga produk UMKM lokal. Pola ini dinilai mampu mempertemukan langsung produsen dan konsumen dalam satu ekosistem yang lebih dinamis.
Dampak ekonomi dari festival ini terlihat dari tingginya partisipasi pengunjung yang mencapai ratusan orang setiap malam. Berdasarkan data panitia, rata-rata kunjungan berkisar antara 750 hingga 900 orang per malam selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, setiap stan UMKM dilaporkan mampu mencatat omzet antara Rp 1,5 juta hingga Rp 5 juta per malam, menunjukkan adanya perputaran ekonomi yang cukup signifikan dalam skala event daerah.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan sendiri menilai capaian tersebut sejalan dengan strategi penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan sektor UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang terus didorong secara berkelanjutan.
Selain melalui event, Pemkab juga mengembangkan sektor lain seperti pengelolaan destinasi wisata Pantai Jumianh bersama pemerintah desa dan komunitas lokal, sebagai bagian dari upaya menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Ke depan, penguatan sektor olahraga, seni, dan budaya juga diproyeksikan menjadi instrumen tambahan dalam memperluas ruang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Pamekasan. ig/an












