JAKARTA, BERITAKATA.id — Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Nanik menggantikan posisi Dadan Hindayana yang resmi dicopot dari jabatannya setelah adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelum diangkat menjadi orang nomor satu di BGN, Nanik S. Deyang mengemban amanah sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Langkah restrukturisasi ini diambil pemerintah untuk memperkuat transparansi dan efektivitas program pangan nasional.
Lantas, seperti apa rekam jejak dan profil Nanik S. Deyang? Berikut ulasan lengkap karier sang Kepala BGN baru dari dunia jurnalistik hingga birokrasi.
Rekam Jejak Karier Nanik S. Deyang
Nanik Sudaryati Deyang memiliki latar belakang karier yang sangat dinamis. Alumnus Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) ini mengawali kiprah profesionalnya di industri media masssa.
Eks Jurnalis Senior: Pernah menjadi wartawati di lingkungan Kompas Gramedia (Tabloid Bangkit) serta menduduki posisi pimpinan di beberapa media nasional, termasuk Majalah Femme dan Kelompok Media Peluang.
Kiprah Politik: Dikenal sebagai sosok loyalis Presiden Prabowo Subianto. Pada Pilpres 2019, ia aktif menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi. Ia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Posisi Strategis di Pemerintahan: Sebelum masuk ke BGN, Nanik sempat ditunjuk sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan pada Oktober 2024.
Petinggi BUMN: Pada Juni 2025, ia memperluas rekam jejaknya di sektor korporasi negara dengan menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).
Fokus Baru Badan Gizi Nasional
Dengan kepemimpinan yang baru, Nanik S. Deyang diharapkan mampu melakukan pembersihan internal sekaligus mengakselerasi distribusi Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran. Dalam menjalankan tugasnya, Nanik didampingi oleh dua wakil kepala baru, yakni Agustina Arumsari (mantan Wakil Kepala BPKP) dan Mayjen TNI Trenggono.
Kombinasi latar belakang investigasi Nanik serta keahlian pengawasan dari mantan pimpinan BPKP diharapkan menjadi angin segar bagi perbaikan tata kelola pangan nasional ke depan. ig/fat












